Monday, November 13, 2017

Kepada Pelangi

Halo pelangi, bagaimana kabar jagoan kecilmu?

Pelangi, kau pernah berkata pada diriku yang dulu. Yang keras seperti batu. Katamu ada sesak di mataku, katamu ke sok cool an ku (padahal memang cool), diam demi diamku menyembunyikan senduku.

"Jingga, jika kita sedang sedih ada awan hitam dada. Dimana-mana awan hitam itu harus jadi hujan. Agar tidak mengepul. Agar hati tidak kelam. Merubahnya jadi embun di mata. Jangan selalu menyinpannya sendirian. Tangiskanlah."

Ah pelangi, nasihat itu meringankan dadaku berkali-berkali. Sampai-sampai aku merasa, aku sudah seperti dirinu. Mudah sekali menangis. Ah cengeng yah. Betapa kau tahu aku tidak suka jadi cengeng. Tapi karena kau yang mengatakannya aku tak merasa buruk.

Aku jadi berpikir, sesakmu itu, yang kau tangiskan berkali-kali sekian tahun lalu. Pasti besar sekali. Ah semestinya di masa lalu, aku memelukmu dibanding melihatmu menangis saja dengan dada yang mungkin sama sesak. Oiya pelangi, aku tidak pernah membenci air matamu. Tidak sekalipun. Boleh kupeluk kau lagi di masa ini? Menebus semua pelukan yang tak sampai ketika kau menangis.

Pelangi, kau lupa mengajariku berhenti menangis.

Ada yang membenci air mataku disini.

Boleh kah aku menjadi keras lagi?

Seperti batu.

1 comment:

  1. Pelangi sdh melahirkan? Awan putih jugaa insya Allah bulan depaaan

    ReplyDelete