Friday, September 8, 2017

Penuh

"Leave me, tinggalkan aku saja. Kenapa kau memilih tinggal", kata perempuan itu entah yang keberapa kalinya.

Ia tak pernah menyanggupi permintaan itu.

"Entahlah. Hanay saja dalam kesementaraan yang kuperjuangkan mati-matian. Saya ingin mencinttaimu dengan penuh...


sepenuhnya aku."

"Apa kau bosan padaku? Apa aku beban untukmu?", tanyanya juga entah untuk yang keberapa kalinya.

"Tidak. Tidak.", jawab perempuan itu selalu.

Lalu malam berlalu,

sekali lagi.

0 comments:

Post a Comment