Saturday, May 20, 2017

Si aku, perempuan itu, gadis kecil dalam cermin dan malam sesak itu lagi

Gadis kecil di dalam cermin
terbangun dari tudurnya
di malam-malam sesak si aku

Perempuan itu
dibangunkan mimpinya

Di mimpinya di bunga tidurnya
Ia di lukai kekasihnya

Ah, bahkan mimpinya juga

kukira nyatamu sudah luka nak
kata perempuan itu, pada
gadis kecil di dalam cermin
__

"Kau kembali"

Si aku diam saja diajak bicara malam. Tapi rasa-rasanya kertas putih yamg diremukkanya menjawabnya.

"Kau marah?"

Si aku menghela napas panjang Lalu menulis
___

Kau tak henti-hentinya memberi luka dan kecewa. Perihal amarah apa ada yang itak kut membakarmu juga? Rasa-rasanya aku ingin menilih itu

Tapi kau lebih mudah tersulut. Lebih mudah membara. Kau saja yang boleh. Atau kau luka, candamu. Entah memang bercanda atau kau hanya mudah tertawa.

Tapi aku boleh luka. Kau tak masalah itu. Atau pikirmu aku sudah biasa. Terlatih atau entah bagaimana.

Bukankah kita memang semestinya berbagi peran dan aku tidak suka kau bersama luka.
__

Malam menyodorkan selembar kertas putih yang lain

"Aku sudah punya", kata si Aku

"Aku tahu, ini pengganti tissue, kau terisak"

"Tapi tetap saja aku sudah punya"

"Tapi kau mulai kehabisan kertas dan bukan karena kau menulis"

"Ah kau benar, barangkali tadi hujan turun"

"Ya. Di matamu"

Si aku mengambil kertas putih dari malam

menggunakannya

sebagai tissue.

0 comments:

Post a Comment