Wednesday, May 31, 2017

What happened 4

Perempuan itu telanjang di depan cermin
Tak dilihatnya lagi siapa-siapa selain dirinya
sendiri
nya

"Are you okay?"

No. I am.not.

Hug me

Please

"SELALU"

Dijawabnya pertanyaannya sendiri dengan lantang.

Gadis kecil dalam cermin melihatnya

menangis

Bad mood, bad words, bad me

I have to stop myself from saying something further

Or I am going to hurt you

Again

But

Aish, seriously

Me and my stupid mind, heart.. erghh.

Menetaplah

Kau tahu, kekasih?

Hal terakhir yang selalu ingin kulakukan dipelukmu sebelum kita jatuh tertidur

Mengecup keningmu

Hanya saja

Wasap untukku sudah mati lebih dulu

Menetaplah,

Apa kau sudah bosan lagi?

Tapi aku sudah kehabisan cara agar kau tetap disisiku

Tuesday, May 30, 2017

Wake up

Perempuan itu
dibangunkan
gadis kecil dalan cermin

What happened

Himawari bertanya berkali-kali
"Who are you? I dont know you"

"What? What happened?"

Putri Cahaya menghubungiku setelah sekian lama.
"How's life?"

"What? What happened?"

My sister in law wakes me up abruptly then ask me
"Baik-baik ji dek?"

"What? What happened?"

She chat me
"Are you okay yang ga ok?"

"What? What happened?"

Kutanyakan pada kekasihku
Barangkali, barang kali saja dia punya jawaban.
"Nda pernahka mengertiki"

"Ah, I see"

And you know what kekasih, its okay. Just stay. Its enough.

_

Kepada yang rasa-rasanya mengalir
Di rongga dada sebelah kiri

Its been a long time

How are you

Its okay

:)

"Kau hanya selingan baginya""

"Hem?"

"Kenapa kau tersenyum?"

"Aku tidak berpikir begitu. Tapi jika memang ya aku ingin jadi selingan paling manis untuknya. Yang barangkali suatu hari membuatnya ingin menetap. Perasaan ini sudah cukup rumit. Pikiranku tidak lebih baik. Jadi ya kuberikan segalaku, sepenuhku. Mungkin nanti dia akan mengerti. Barangkali sudah mulai mengerti."

Saturday, May 27, 2017

Selamat tengah malam

I am not stupid, I am loyal

Orang-orang yang tak pernah menunggu dan tak pernah ingin menunggu takkan paham

_

Dari,
yang memilih derita katanya
hampir ganti hari.

Friday, May 26, 2017

(Semestinya) Sebuah Kejutan

Berbicara tentang hari ini doksku, jika hari ini adalah dua tahun lalu atau barangkali setahun lalu berjalan seperti yang kurencakan kau akan menemukan jawaban pertanyaan itu langsung di depan matamu.

Tapi tentu saja tidak. Itu hanyalah kalimat pengandaian dari kejadian yang tidak terjadi.

Ada berapa kali pertanyaan kenapa terlontar dipikiranmu doksku? Percayalah, punyaku lebih banyak darimu.

Tapi waktu memberiku kebenaran-kebenaran yang tak semestinya kau pahami. Yang bersembunyi tidak begitu lama tapi cukup mematikanku dalam waktu yang tidak sebentar.

Ini perkara yang jauh lebih besar dari sekedar kita doksku. Mempertanyakannya berulang kali hanya membuat kesedihanku lebih dalam, kau harus mengerti itu.

Lalu kenapa aku berjalan mundur dari perjalanan yang lalu? Jika kukatakan karena aku tak pernah bisa membenci siapapun, bisakah kau mengerti?

Tapi apakah aku benar-benar berjalan mundur? Menjauh? Kukira tidak, bukankah takdir telah mengembalikanku?

Ke kota ini dimana jiwaku mati.

Tapi ah tidak juga,

Aku menemukanmu, bukan?

Selamat tanggal dua enam, kekasih.

Thursday, May 25, 2017

Insecurity

Hey you,

I got jealous easily

Please understand

You

Do u

__

Aku cemburu pada siapa saja yang lebih menarik perhatianmu dariku

Aku cemburu pada siapa saja yang suka padamu

Aku cemburu pada siapa saja yang lebih menyenangkan hatimu

Bodoh ya?

Padahal kau berhak untuk itu

Padahal aku tak memilikimu

Padahal kau tak suka aku

Padahal,

Padahal,

Tapi ya masih saja

Words

You love my words that you asked to

But you hate the one that I gave you

What to do

My heart is falling

Down, down, down

Deep down

And crushing

Prak prak prak

Saturday, May 20, 2017

N

Perempuan itu terbangun
Entah pagi entah malam
Entah siang
dengan beban di dada

Juga air mata

Rewind

Seharusnya aku tak pernah membiarkanmu tahu kalau aku luka. Sudah dan ditambah kau. Sebab lihat dirimu. Lihat kita. Tak sama lagi bukan.

Mungkin aku hanya perlu berpura2 lupa ketika kau memang lupa. Mungkin aku harus tertawa seperti baik-baik saja, ketika kau mengubah rencana. Ketika kau berubah-ubah. Entah marah, berikutnya bercanda.

Lalu tiba-riba kau mencintaiku.

Lalu tiba-tiba tak ingin ada wajahku.

Lalu berjarak.

Lalu menyiapkan perpisahan.

Mungkin aku salah.

Tak bisa kah kau menetap.

Mesin waktuku. Tidak kutemukan. Luka-luka kita tidak bisa kuhapus.

Tapi aku ingin kau tinggal.

Betapapun kau tidak.

Tak bisakah kau memaafkanku. Kau bisa melukaiku lagi besok-besok. Aku akan terlatih. Tinggal saja disisiku. Tidak kemana-mana.

Si aku, perempuan itu, gadis kecil dalam cermin dan malam sesak itu lagi

Gadis kecil di dalam cermin
terbangun dari tudurnya
di malam-malam sesak si aku

Perempuan itu
dibangunkan mimpinya

Di mimpinya di bunga tidurnya
Ia di lukai kekasihnya

Ah, bahkan mimpinya juga

kukira nyatamu sudah luka nak
kata perempuan itu, pada
gadis kecil di dalam cermin
__

"Kau kembali"

Si aku diam saja diajak bicara malam. Tapi rasa-rasanya kertas putih yamg diremukkanya menjawabnya.

"Kau marah?"

Si aku menghela napas panjang Lalu menulis
___

Kau tak henti-hentinya memberi luka dan kecewa. Perihal amarah apa ada yang itak kut membakarmu juga? Rasa-rasanya aku ingin menilih itu

Tapi kau lebih mudah tersulut. Lebih mudah membara. Kau saja yang boleh. Atau kau luka, candamu. Entah memang bercanda atau kau hanya mudah tertawa.

Tapi aku boleh luka. Kau tak masalah itu. Atau pikirmu aku sudah biasa. Terlatih atau entah bagaimana.

Bukankah kita memang semestinya berbagi peran dan aku tidak suka kau bersama luka.
__

Malam menyodorkan selembar kertas putih yang lain

"Aku sudah punya", kata si Aku

"Aku tahu, ini pengganti tissue, kau terisak"

"Tapi tetap saja aku sudah punya"

"Tapi kau mulai kehabisan kertas dan bukan karena kau menulis"

"Ah kau benar, barangkali tadi hujan turun"

"Ya. Di matamu"

Si aku mengambil kertas putih dari malam

menggunakannya

sebagai tissue.

Thursday, May 18, 2017

Hurt

Cinta yang kau lukai berkali-kali
Bahkan tidur tak mampu lagi mengurangi rasa sakitnya
Kau tidak mengerti
Tidak ingin mengerti

Perihal janji

Aku menunggumu, selalu bisa menunggumu, menunggu hari, menunggu waktu

Hanya tidak bisa jika kau tidak bahagia. Perihal tempat, kejadian. Selama aku tidak bisa jadi bahagiamu, lalu apa.

Ketidak-bahagiamu hanya menjadi luka kita berdua.

Perihal aku, luka sendirianku tidak akan sampai padamu.

Sejauh ini

Barangkali juga,

sejauh nanti.

Tuesday, May 16, 2017

Stay

I dont want you to leave

I should write something

But

It just

Theres always something that I cant explain well to you

Can you wait a little longer?

Please stay

Thursday, May 11, 2017

Waktu

Perihal menunggumu. Kenapa harus tertidur di 10.40 dan 2.40.

Can I blame my headache instead of u? Me and my issue. My ego and my insecurities.

Padahal sisa 20 menit hingga kau menuju tidur atau sedikit lebih lama. Padahal sisa 20 menit hingga kau harus bangun lagi.

Entah kepalaku jadi lebih ringan karena suaramu atau karena hatiku yang terasa  lebih berat doksku. Atau aku hanya tak peduli lagi dengan kepalaku itu. Cara berpikirku selalu menyebalkan bukan?

Perihal debaranmu,

aku membenci diriku,

tapi mencintaimu,

lalu menyakitimu.

Barangkali kita harus mengakhiri jeda ini sesegera mungkin. Kembali melingkarkan lenganmu, meletakkan tanganmu di kepalaku. Kembali merebahkan kepalaku di jantungmu. Kembali merasakan denyut masing-masing.

Selamat pagi,

Baik-baiklah di sana.

Tolong kabari aku.

Lalu pulang.

Monday, May 8, 2017

Issue

I have an issue

I was sorry

I didnt mean to hurt you

You should not to be with me

Keep pushing me away

I dont want to hurt you anymore

Forgive me

No one ever stay with me. No one should.

I love you.

Thanks for loving me that much.

So much.

More than I ever deserve.

I do

Honestly, I do care about my health

And I do need ur hug

Or maybe

Hanya ingin melihatmu sebagai entitas

Sunday, May 7, 2017

Bebaslah Sebebasnya Kamu

Cinta adalah sebuah kebebasan. Semestinya. Bebas jatuh. Bebas terbang.

Berita baiknya adalah kau selalu bisa pergi dariku.

Berita buruknya adalah kau

selalu

bisa

pergi

dariku.

Sudah kubilang aku memilih jatuh. Kau tidak. Terbanglah yang tinggi. Aku selalu suka langit.

Juga kau.

Ssst! Masa

"Jangan pernah mengatakannya atau dia meninggalkanmu"

Barangkali kau benar.

Its okay, aku selalu lebih suka sendiriku. Lebih dari kau, lebih dari kekasihku, lebih dari diiriku sendiriku.

Mau bagaimana lagi, katanya ketika kita ingin seseorang ada di masa depan kita, kita akan memberitahunya masa lalu. Perihal siap tidak siapnya orang itu di luar kekuasaan kita kan.

Yang aku tidak mengerti malah kau. Kenapa selalu ingin kembali padaku. Aku tak pernah lupa luka-luka itu. Pergilah. Cari mainan baru. Jangan aku. Aku suka sendiriku.

Mesin waktuku akan kuperbaiki.  Saat iniku tak menginginkanku.

Tuesday, May 2, 2017

Sajak Terakhir

Perempuan itu
baru saja kehilangan puisinya
hatinya patah-patah

Perempuan itu
meletakkan penanya
menerbangkan kertas putihnya ke angkasa

Perempuan itu
kehilangan puisinya
kekasihnya

kekasih yang tak pernah jadi kekasihnya