Saturday, September 10, 2016

Padang Mati 3

It hurts...
It hurts...
It hurts...
This pain wont let me go..
Help! Someone help me..
Hug me please..
It hurts..
~

Sunday, September 4, 2016

Halo, Ini Jingga

Apa yang ada dipikiranmu tentang Jingga?

Empat, lima tahun yang lalu hanya senja yang ada di kepalaku. Jingga itu warna langit di kala senja yang indah. Saya selalu bilang begitu kan?

Hari ini berbeda. Empat, lima tahun kemudian. Kosakataku tidak hanya berbatas pada langit dan senja. Saya mulai berpikir tentang banyak hal, banyak kejadian, banyak nama.
biru, warna-warni, merah muda.
awan, cahaya, pelangi.
sastra, puisi, cerita.
sekolah, organisasi.
nabs, nads.
peri, tuan putri, istana, negeri dongeng.

dan yang paling menyebalkan

cinta,

dan masa lalu.

Lalu kisah tentang jingga selain dirinya sendiri berhenti di tiga tahun yang lalu.
Lalu kisahnya kembali pada langit senja.

lalu
lalu


Tuesday, August 23, 2016

One day, "Awan Putih" is calling..


Orang-orang bilang saya random, kinda weird most of the time. Mungkin itu ya alasan seseorang menelponku dengan cerita-cerita yang super random. Dia suka berkisah tentang apa saja, dari yang tidak kupahami sebelumnya sampai yang membuatku gagal paham.

Suatu hari, dia bercerita tentang bagian-bagian otak manusia.

Suatu hari dia bercerita tentang ujian-ujian yang membuat pikirannya carut-marut.
 
Suatu hari dia bercerita tentang dosennya.

Suatu hari dia bercerita tentang hangatnya pelukan seorang ibu yang membuat langit hatinya tidak mendung lagi. (yang ini favoritku)

Tuesday, May 3, 2016

Padang Mati 2

Si Aku kembali ke malam-malam sesaknya. Malam-malam yang sempat ia lupakan. Mendung itu pelan-pelan sudah menggelapkan hatinya. Ia butuh ke padang mati.

Si aku berlari sekencang mungkin menuju padang matinya. Hatinya sekarat. Ia butuh meledakkan semuanya secepatnya.

Si aku tersungkur jatuh di padang matinya. Ia lupa. Si aku lupa betapa ia tak ada gunanya disini. Ujung penanya sudah patah sejak lama.

Si aku kembali bersama bom atomnya.  Awan-awan gelap yang bersemayam di hatinya. Yang akan menghancurkannya sekali lagi seketika.

Si aku ingin menangis sejadi-jadinya. Ia lupa. Si aku sudah lupa bagaimana lagi berair mata.

Si aku butuh hujan yang deras untuk memutihkan semuanya. Hatinya. Agar ia tak kembali ke malam-malam panjangnya.

Si aku benci malam-malam panjang itu.

Si aku kembali padanya,

Pada malam-malam panjangnya.

Bersama ujung penanya,

Yang patah.

Seperti hatinya.

Makassar, 3 Mei 2016
03.45 AM

Monday, January 4, 2016

Kepadamu: Pelangi


Kepada pelangi,
 
Ada seseorang yang menunggumu datang di kota tempatnya berlari. Ada seseorang yang menunggumu datang karena dia tidak ingin pulang.

Dulu dia tidak pernah percaya pelangi akan datang setelah hujan reda. Karena dia tidak pernah melihatmu setelah dia hujan. Ataukah karena hujannya tak pernah reda?

Sekarang musim hujan, kota ini juga sudah mulai turun hujan. Dia juga, hujannya semakin deras dan lebat. Jangan tanya tentang gemuruh yang tak pernah membuatnya tidur lelap.

Kau tahu dia kan pelangi? Seseorang itu, seseorang yang tak pernah bisa melihatmu hujan. Baginya, kau lah kebahagiaan itu.