Thursday, August 13, 2015

Saya Mau

Saya mau main ayunan. Saya mau ngobrol sambil main ayunan. Saya mau dipeluk. Saya mau nangis kencang-kencang di dalam pelukan. Saya mau teriak-teriak di dalam pelukan. Saya mau dipeluk sampai saya tidur. Saya mau terbangun masih di dalam pelukan. Saya mau dipeluk cuman sama yang saya mau. Saya gamau pelukan saya dilepas. Saya mau setiap hal-hal kecil yang saya bilang diperhatikan. Saya gamau dikasarin. Saya gamau ditinggal sendirian. Bahkan ketika saya bilang saya mau sendirian saya masih tidak mah sendirian. Saya sudah sendirian terlalu lama. Saya mau ngobrol berdua. Saya mau makan berdua. Saya mau jalan-jalan. Saya mau foto berdua. Saya mau coklat. Saya mau twister choco. Saya mau eskrim. Saya mau.. saya mau..

Penting? Ga. Yang saya mau ga pernah penting jadi ga usah tanya-tanya lagi saya maunya apa.

Saya ga manja. Saya hanya mencoba membalut luka satu-satu.

Kenapa ga sama orang lain aja? Seperti menyuruh minum obat cacing untuk meringankan sakit kepala?

Karena saya gamau sama yang ga saya mau.

Tapi ga pernah penting kan saya mau apa.

Jadi ya sudah. Saya tidak mau apa-apa saja.

Saturday, August 1, 2015

Kepadamu: Malam Yang Dingin

Peluk aku sedalam-dalamnya kali ini. Sekali lagi.  
Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya dalam senyapmu. Tanpa seorangpun mendengarnya.

Jika tak bisa berteriak tak apa.
Aku hanya ingin pelukan.

Tolong peluk aku saja.
         
Setelah itu sudah.
Aku tidak minta apa-apa lagi.

Makassar, Aug 01 2015