Friday, December 20, 2013

Malam, Kau dan Sajak-sajaknya

sekali lagi malam menertawainya
ia yang tertidur bersama sajak-sajaknya
yang tak engkau kenali
terbang ke langit bersama asa yang menangis

ada sebaris doa yang bersembunyi
mungkin engkau dan sajak-sajaknya
punya takdir bertemu
nanti

Sunday, November 17, 2013

Sisa-sisa Kita


Kita pernah berjalan bersama, begitu lama. Dalam berbagai rasa yang berbeda. Aku pernah memperjuangkanmu. Kamu pernah aku perjuangkan, berulang kali. Aku ingat, kita juga pernah tertawa bersama. Aku bahkan pernah memelukmu tiap kali kamu menangis.

Pernah


Tuesday, November 12, 2013

Mawar Putih Yang Takkan Pernah Layu


Aku tidak bisa memainkan lagu-lagu yang kau suka.
Aku tidak bisa mendatangkan “seabrek” artis yang kau gemari.
Aku tidak bisa membawamu menembus awan jingga dengan burung kertas yang kau buatkan untukku.
Aku tidak bisa menghiasi langit malammu dengan bintang-bintang yang kau berikan padaku.

Sunday, November 3, 2013

Mau Kado Apa?


Hey, hari ini kamu cantik sekali. Ah, bukankah selalu..

Bagaimana bisa aku tidak datang di hari tercantikmu?

Bagaimana bisa aku melewatkan peristiwa yang mendebarkan itu?

Sunday, October 6, 2013

Bersama Getirmu

Hey, hari ini pelukanmu tak sehangat biasanya. Ada kegetiran yang kurasa di sana. Maaf, jika kehadiranku tak mampu mengurangi kesedihanmu. Hanya saja aku ingin kamu tahu, aku selalu ingin ada untukmu, bersamamu, menemanimu.

Thursday, August 29, 2013

Cinta Itu Rindu itu

Cinta itu. Rindu itu. Bukankah sudah jelas adanya? Masih perlukah di pertanyakan? Ataukah kamu semata-mata hanya ingin pernyataan? Bukan ragu atau tidak tahu. Hatimu hanya butuh pengakuan. Itu saja.

Yang jahat itu aku. Sudah tahu begitu, masih saja tidak mengakui cinta itu, rindu itu.

Tuesday, August 27, 2013

Aku Benci Padamu

Kau benci padaku. Aku terluka.
Kau tidak ingin bicara denganku. Aku tidak tahu harus apa.
Kenapa kau marah? Itu tidak sepenuhnya salahku.
Jangan pikir aku bisa bertahan dengan sikapmu yang begitu. Aku tak pernah sekuat itu.

Jangan tanya lagi tentang hatiku. Aku pun tidak tahu seperti apa ia saat ini. Satu-satunya yang ia mengerti hanyalah.... cinta itu tak ingin mati.

Tuesday, August 13, 2013

Jangan Takut Melangkah

Aku masih belum ingin kemana-mana. So I'll give you my wings. Belajar melepaskan dan memaknai kehilangan itu tidak mudah. Tapi cinta itu tidak mengikat untuk membuat sesak. I'll try it then, let you go.

Monday, August 12, 2013

Aku Tidak Suka Diam-Diam Ini



Diam-diam menyimpan rindu.
Diam-diam memendam rasa.
Diam-diam menyimpan luka.

Diam-diam yang menyakiti.
Diam-diam membunuh hati.

Diam-diam,
Aku tak suka diam-diam ini,
Meski tak ingin kehilangan.
Mungkin.


Friday, August 9, 2013

Hanya Daun


bukan seorang putri
apalagi peri
hanya daun
daun
yang hijaunya takkan abadi
akan ada masa
ia meluruh jatuh ke bumi
atau mungkin
terpetik sebelum ia menguning

Wednesday, July 3, 2013

Tentang Luka, Kita, Manusia

Betapa lucunya kita. Manusia. Tetap tertawa meski hati menolak. Tidak. Kita tahu kita tidak sedang mencoba menjadi palsu. Melainkan hanya sekedar menerima. Karena luka bukan pameran. Ia ada tidak untuk di bagi bersama, bahkan meski hanya luka tersayat. 

Monday, July 1, 2013

Diam-diam.. Sssst! diam.

Kita.

Saling mengagumi diam-diam.
Saling pandang diam-diam.
Saling mengamati diam-diam.
Saling mencintai juga dengan diam-diam.
Saling tahu tapi tetap saja diam.

Tidakkah diam-diam kita ini mencampur adukkan rasa?
Saling ragu meski tak ingin berhenti.
Ingin yakin meski menggenggam bayangan.

Friday, May 24, 2013

Nothing

sedang penuh luka yang entah datangnya darimana. biar waktu yang menghapusnya. luka ini, mungkin besok sudah sembuh. jika tidak, maka besoknya lagi. luka ini akan segera sembuh, sirna berganti dengan bahagia. secepatnya. kamu percaya? aku tidak.

aku tidak baik-baik saja.

~
sedang meremukkan hati sendiri
ditengah nafas yang berhembus separuh-separuh
menangis kering dengan senyum yang paling manis
mati tidak mati, aku tidak peduli
~

22:03
24/05/13

Wednesday, May 22, 2013

Untukmu yang Tersakiti



Aku dan kamu percaya. Cinta ada bukan untuk menyakiti. Tapi jika mencintaiku membuatmu tersakiti, maka apakah yang mampu kuberikan selain maaf? Aku mungkin telah melukai hati entah sebagian, entah seluruhnya. Tapi tak mungkin sengaja.

Jika ada saat dimana aku berhenti merindu, aku berhenti mengatakan aku mencintaimu. Aku meminta maaf. Cinta itu, jika memang tak bisa kuberikan di saat yang kau inginkan maka tak akan kuberikan. Karena apakah arti cinta yang palsu?

Tidak, ia mungkin tidak mati. Tapi ia punya masa. Bukan masa kepada siapa, tapi masa berada di mana. Ada saat dimana ia tidak harus selalu kamu lihat. Ada masa dimana ia tidak bisa terus bersemi. Mungkin kala itu bunganya telah kamu petik seluruhnya. Atau mungkin ada yang telah layu dan mati. Maka tunggulah, tunggulah ia berbunga lagi. Kita tahu kita tak boleh memaksa. Karena kita tahu cinta tidak bisa dipaksa.

Maka ketika jeda itu harus terjadi. Mari kita coba merawatnya kembali, cinta itu. Kita siram lagi, hari demi hari tanpa jemu. Sembari menunggu waktu untuk ia berbunga kembali. Hingga bisa kita nikmati lagi di saat yang tepat.

Jika ada masa kamu merasa terabaikan. Aku meminta maafmu lagi. Karena cinta tidak harus selalu diumbar, ia juga butuh waktu untuk benar-benar dirasakan. Agar ia punya makna yang lebih dalam, yang membuat kita mensyukuri, membuat kita menghargai.

Tidak bisakah kita mencintai seperti air yang mengalir? Berhenti melawan arus deras dan mulai mengikutinya, menuju muara.

Mungkin mecintai seperti meminum air. Harus ada jeda setiap tiga teguk, untuk bernapas. Atau mungkin seperti menuangkan air ke dalam sebuah gelas. Harus berhenti ketika sudah waktunya berhenti.  Agar tidak ada yang terbuang percuma. Kita hanya perlu menunggu gelasnya kosong kembali atau gelas kosong berikutnya untuk kembali menuangkannya.

Karena segala hal perlu waktu yang tepat. Waktu diberikan. Waktu dihentikan. Karena ada waktu untuk diberikan. Ada juga yang tidak. Maka jangan lah berpersepsi, karena sungguh itu tidak baik. Lebih banyak membawa luka dan seringkali kesalahpahaman.

Tapi jika kamu sudah terlanjur merasa terluka. Jangan takut untuk melangkah pergi. Untuk apa bertahan pada yang menyakiti? Aku takkan tersakiti, mungkin sedikit. Tapi itu hanya untuk sementara, hanya ketika kamu pergi. Dan mungkin hari-hari berikutnya, bulan, tahun, masa. Entahlah. Tapi aku akan kembali baik-baik saja. Tidak tahu kapan dan bagaimana. Tapi kamu harus percaya karena aku percaya.

Dan jika kamu telah berhenti mencintai dan benar-benar pergi. Mungkin, akan ada detik dimana kamu menoleh kebelakang. Sekedar melihat bagaimana aku. Lalu kamu menyadari, kamu telah meninggalkan aku yang tak berhenti mencintai. Maka jangan menyesali dan memutuskan kembali. Karena mungkin, setelah kamu kembali hanya ada simpati dan bukan cinta lagi.

Maka apa pun yang terjadi. Pada akhirnya kita hanya mampu belajar ikhlas. Meski sedang menari-nari dalam duka.

Jangan menolak untuk ikhlas. Karena ia menuju damai.

Tuesday, May 21, 2013

Ya, Dia Tahu Kamu Membacanya

Hey kamu, ya kamu. Kamu pernah meminta tulisan untukmu kan? Itu loh, setelah kamu ujian tesis. Kamu masih ingat? Ini.

Ketika pertemuan demi pertemuan tak terjadi lagi, aku kembali dalam kondisi sedang “nakal-nakalnya” atau bisa dikatakan sedang “jatuh-jatuhnya”. Untuk apa aku mengatakan ini padamu ya? Mungkin aku hanya sudah terbiasa membuat laporan. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Cukup aku saja yang khawatir sendiri *nah?

Tapi jangan takut, jangan sedih. Pada akhirnya aku mengerti. Kita telah tiba di masa dimana kita harus membiarkan aku berdiri sendiri. Belajar berjalan sendiri. Pada akhirnya aku yang harus mencari jalan dengan pelitaku sendiri. Dan kamu hanya perlu menunggu dengan tertawa-tawa mungkin, atau menangis, melihatku yang ternyata berjalan mundur. Semakin jauh dari yang seharusnya kutuju. Sudahlah, jangan memaksakan diri menyusul. Karena kita sama-sama mengerti peranmu bukan untuk itu lagi.

Wednesday, May 15, 2013

Surat Untuk Himawari



Sekali lagi usiamu bertambah dan jatah umur berkurang. Akan tetap begitu tiap tahunnya. Hingga ketika masamu telah mencapai akhir, detik akan menghentikan detakmu.

Saturday, May 4, 2013

Tanya Cinta



Hey dunia,

Hey kamu,

Yang masih saja dipermainkan satu rasa. Yang banyak jiwa sepakat menyebutnya cinta. Aku ingin bertanya. 

Ketika kita diam-diam sedang mengalami duka karena rasa itu. Apa yang sesungguhnya membuat kita tetap bertahan? Enggan pergi meski tersiksa.

Butakah kita? Seperti yang banyak orang bilang.

Kehilangan logika kah kita? Seperti yang banyak orang bilang.

Benarkah cinta itu buta? Lalu dengan apa ia melihat? Bagaimanakah ia menemukan?

Benarkah cinta mesti dengan logika? Apakah cinta itu hitung-hitungan?

Thursday, April 25, 2013

Dalam Satu Detak



Pernah ada satu masa, aku bagai dijebak waktu dan terhenti di padang mati.

Ketika kamu yang abadi di hati telah berlalu. Kamu pergi. Bukan karenaku atau karenamu. Tapi waktu.

Tinta penaku serasa habis. Atau sekedar kering kah?

Aku  tidak tahu. Tidak mau tahu.

Aku kehilangan kamu. Kisahmu. Segala cerita tentangmu. Aku kehilangan aku.

Aku kering, aku hujan.
Dalam satu detak yang sama.
 

Friday, April 19, 2013

Tentang Pesisir, Laut, dan Ombak




Saban hari tapak rindu bersenda gurau dengan pesisir
datang beramai bersama kenangan, sang tamu istemewa
menuntas dahaga meneguk segelas cerita tentang lucu lakon masa ini
dalam dua mata lautan telah menjadi cermin memantul bayang
biru langit berhias awan putih berarak
setiap kali mendekat serasa mampu lihat
diri dibalik kilat kaca bening berbuih
air laut konon katanya mujarab
asinnya ampuh menawar hati lara
lelah mengejar mimpi berkabut ilusi

..ah! biarkan luka bermain-main dengan perih..


Monday, April 8, 2013

Cinta Yang Beda


Dunia itu indah, bukan? Ia selalu di penuhi cinta. Itu pula yang terjadi padaku untukmu.

Aku juga punya cinta. Tapi tidak sama dengan dunia. Ia beda dan ia indah karena beda. Andai kau bisa melihat, kau pun akan setuju denganku. Tapi tidak, kau bahkan tidak tahu aku punya cinta. Cinta yang telah dipersembahkan seluruhnya untukmu.

Ia tidak berbentuk bunga yang bisa layu setelah dipetik untukmu. Namun, aromanya lebih wangi darinya. Ia tidak berbentuk sebatang cokelat yang akan habis setelah diberikan padamu. Namun, lebih manis darinya.

Sunday, March 31, 2013

Monday, March 25, 2013

Berjuanglah!


Esok, ketika waktu seolah mempermainkanmu. Entah lebih cepat, entah sebaliknya.

Esok, ketika jantungmu berdetak lebih dari mobil balap.

Esok, ketika beribu doa tak henti-hentinya kau panjatkan.

Esok, ketika keputusan tak lagi abu-abu seperti malam ini.

Esok, ketika keyakinanmu bercampur dengan rasa takut.

Maka, aku takkan ada di sampingmu. Aku takkan menjadi penyemangatmu. Aku takkan menggenggam tanganmu. Aku takkan menenangkanmu dalam pelukku. Dan takkan berkata semua akan baik-baik saja seperti yang semua orang akan lakukan padamu.

Thursday, March 21, 2013

Kamu Kamu Kamu (?)



Kamu ituuuuu

Gimana ya?

Seringkali manusia merasa bingung untuk mendiskripsikan sesuatu. Bukan karena tidak tahu apa-apa melainkan terlalu tahu. Begitu juga aku, jika itu kamu.

Wednesday, March 20, 2013

Selamat Datang Kembali

Hey, kamu pulang. Apakah sudah terlalu terlambat untuk menyadarinya?

Selamat datang kembali ke R-U-M-A-H.

Dimanapun kamu telah pergi, kemanapun kamu akan pergi lagi, 
ingatlah...
kota ini selalu punya banyak rindu untukmu. Dan akan selalu menantimu, PULANG.


2:50 PM
ditengah-tengah galau UAS

Thursday, March 14, 2013

Persimpangan Kita


Jika saat itu telah tiba. Ketika kita harus berhenti berjalan bersama. Maka ingatlah ini!

Mungkin, waktu telah membawa langkah kita terhenti di persimpangan antara aku dan kamu. Tidak, waktu bukan tega pada kita. Ia hanya membuat kita tahu kita saling memiliki. Karena bukankah kita baru bisa menyadari arti hadir ketika telah kehilangan?

Mungkin, di saat itu kita akan terhenti dalam kebekuan. Kita bukan diam, hanya sekedar berbicara lewat bisu. Karena kita tahu kita terlalu sama-sama takut tersakiti oleh kata.

Sunday, March 10, 2013

Hanya Sebuah Monolog



Batu karang yang kokoh bisa terkikis oleh ombak meski ia hanya air. Bunga yang mekar bisa layu jika terabaikan. Hati hanya satu untuk terus terkikis dan terabaikan. Dan ia hanya lelah untuk terus diobati. Ia ingin utuh tanpa luka meski hanya sekali. Meski mungkin tak mungkin lagi. Karena ia hanya satu. Maka tetaplah menjaganya meski tak sempurna lagi.

 Orang bilang jika ada pertemuan pasti ada perpisahan.

Dan kukira kita juga tak bisa lupa jika ada yang “pergi” maka selalu tersedia kata “pulang”.

Ada yang “meninggalkan” dan ada juga yang “kembali”.

Hidup tak seutuhnya tentang luka atau sekedar tawa. Tapi ia selalu berisi dinamika yang tidak menggurui tapi membuat kita memahami dengan berbagai cara yang tidak selamanya kita mengerti.


~Untuk hati yang mungkin luka~

Sedang menjalani malam yang masih panjang
Sekedar menghibur diri
10 Maret 13

Jangan Menjauh


Aku kemana?
Bukankah masih di sini?
Aku tidak mengerti.

Saturday, March 9, 2013

Wonderful Night



Si aku terbaring sedih di padang mati. Ia lelah meski tidak berlari.

Mungkinkah si aku sedang mencoba menyatu dengan malam? Atau ia hanya tak mampu mengelak lagi dari hampa?

Si aku telah akrab dengan perasaan ini. Rasa yang meremukkan hati. Tapi ia tak mengerti kenapa harus malam ini.

Si aku memejamkan mata. Mencoba lari ke alam mimpi.

Si aku tahu ia tak perlu menutup telinga. Karena malam sedang tak punya melodi.

Sunday, March 3, 2013

Manusia Abstrak


Manusia Abstrak
Seseorang yang meminta seseuatu kepadaku tapi tak pernah kupenuhi
Seseorang yang datang untukku tapi aku tidak ada
Seseorang yang susah payah mencariku di tengah kegelapan
Seseorang yang (sedikit) menyebalkan tapi kurindukan
Seseorang yang pergi tapi kembali
Seseorang yang kembali tapi benarkah?

Monday, February 25, 2013

Aku Masih Disini

Aku disini
Kau tak melihat
Aku disini
Kau berkata pergi
Aku disini
Kau tak peduli

Tuesday, February 19, 2013

Apakah Kau Pernah Bahagia?


Aku tidak akan lupa dengan malam itu. Malam dimana seseorang bertanya padaku. Apakah aku pernah bahagia?

“Fira, tanyakan ke ka azizah dong. Dia kenal feby tidak?”

“Oke”

Dengan sigap aku menuruti “perintah” Pipi (Fitri Ramadani) dan melangkah masuk menuju kak azizah. Mumpung lagi kurang kerjaan. Aku memang susah sih nolak permintaan seorang teman. Apalagi aku dan Pipi sudah berteman hampir 11 tahun.

Monday, February 18, 2013

Gampangnya Menjaga Kebersihan



        Udah lama nih enggak ngerjain campigne project.  Maafkan aku :<. Penyebabnya sih ya complicated gitu. Jadi mendingan gak usah di bahas. Nah tapi tema kali ini, aku love banget deh. Kebersihan. Tepatnya gampangnya menjaga kebersihan. Wow. Terdengar seperti jati diriku yang tersembunyi. Tersembunyi? Ehem, oke  abaikan.
 
Meskipun aku orangnya “agak” sedikit berantakan tapi suka sama kebersihan kok. Ciyus deh. Gak percaya? Gak pa-pa. Itu artinya kamu normal kok.

Oke. Back to topic.

Tuesday, January 15, 2013

Tentang Malam dan Aku


Jarum waktu menunjukkan tepat tengah malam. Sedang apa tanya hatimu. Kamu yang melihatku dengan sepimu sendiri. Aku tidak sedang melakukan sesuatu yang begitu penting. Hanya bersandar di balik jendela. Mengamati malam. Untuk apa tanya hatimu. Kamu yang berharap pergi dari sunyimu. Entahlah, mungkin sepertimu.

Thursday, January 3, 2013

Ini Aku


Dingin sekali, sejak tadi hujan yang turun sangat deras. Aku sedang merindukan sesuatu. Mungkin kejadian-kejadian yang telah lalu. Aku merekamnya, segala kejadian itu di hatiku. Kalau begitu kenapa aku harus merindukan apa yang ada padaku. aku juga tidak mengerti. Kejadian, hem kita biasa menyebutnya kenangan ya? Untuk apa aku merindukan kenangan? Eh, yang kurindukan itu kenangan tentang kita, atau memang kita?