Monday, April 30, 2012

Menemaniku?

menemaniku katamu? tapi kenapa malah kau yang pergi? tak tahukah kau betapa terlukanya aku? maaf, bukannya aku ingin melukaimu. aku tahu aku tak boleh memaksakan jalanmu. bukan itu. setidaknya sisakan sedikit hatimu di tempat ini. tak bisakah? aku hanya sudah terlanjur sayang padamu seperti mereka, peneduh harimu. salahkah? aku, mereka, hanya ingin tetap meneduhkan hari-harimu meski tak bisa menjadi peri-perimu, tak pantaskah? jika memang aku, mereka, tak sanggup lagi menjadi penenang jiwamu. maka pergilah tp jgn berbalik lagi. karena aku, mereka, takkan sanggup melihatmu terluka lagi.

Saturday, April 28, 2012

Nyata Itu

Nyata itu mengetuk pintu hati si aku
Membukakan mata hati si aku
Yang dipaksakan buta
Nyata itu memutuskan asa si aku
Yang telah terajut terlalu indah
Si aku memburamkan nyata itu terlalu lama
Tapi nyata itu terlalu kuat
Memberikan sayatan pedih di hati si aku
Nyata itu membangunkan si aku
dari mimpi palsunya yang terlalu indah
Nyata itu menghancurkan serpihan hati si aku
yang sudah terlalu rapuh

Monday, April 9, 2012

Di Bawah Langit Jingga


Di senja itu..
Di bawah pohon yang gugur
Kita berdiri dan menatap langit
Di sampingmu aku bernapas pelan
Tanpa kata menikmati jingga
Kau berbalik ke arahku
Menatapku dan tersenyum
Aku mengerti

Segala rasa yang telah ku nikmati bersamamu
Sudah membekas terlalu dalam di hatiku
Kau tetap tersenyum menatapku
Aku mengerti
Di bawah langit jingga
Aku berjalan perlahan
Menjauh meninggalkanmu
Tapi inilah waktunya
Kisah yang berakhir tanpa kita akhiri
Rintik hujan turun membasahi tubuhku
Langkahku tehenti
Aku menatap langit yang masih jingga
Aku berbalik melihatmu

Kau masih berdiri di sana
Di bawah pohon yang sedang gugur
Masih menatapku dan masih tersenyum
Aku mengerti
Di senja itu..

Kita belajar satu hal lagi dari cinta, dari kita
Merelakan.. Tak memaksakan..

Aku menghela napas pelan
Air mataku jatuh
Aku berjalan menjauh dan kali ini tanpa henti
Menuju masa depan tanpamu