Sunday, October 7, 2012

Titik

Hanya sedang ingin menjadi titik. tanda akhir. perhentian. atau mungkin penghabisan..

entahlah. hanya sedang ingin menjadi titik.

Monday, September 24, 2012

Wednesday, September 12, 2012

Sang Pendosa


Sesunyi gurun dipadang pasir
Seindah lautan diujung hari
dan setenang malam menyelimuti bumi
Engkau selalu datang menyelimuti hati
Setitik embun disubuh hari
membasahi daun yang termulai
mengantarkan surat cinta
dari Sang Pemiliknya

Monday, September 3, 2012

Surat [Buku] Cinta

Kala itu angin lembut menitpkan hpnya padaku. Tanpa sengaja aku membuka memonya dan menemukan sebuah surat cinta.

Akupun  bertanya padanya, “ini dari kak maya?”. Diapun mengangguk pelan dan tersenyum.

Sunday, September 2, 2012

Aku Ingin Kamu Cahayaku

Kehilangan akan terasa aneh.
Aku sedang merasa aneh.
Apa itu artinya aku sedang merasa kehilangan?
Tidak perlu mengerti.
Karena aku pun masih tak mengerti.
:D

Saturday, September 1, 2012

Pelangi Untuk Bintang (Bisakah?)


Dear pelangi,
Bagaimana kabarmu? Kau sedang apa? Bersama langitkah? Pelangiku aku sedang sedih. Tidak seperti pagi tadi yang cerah, malam ini terlihat kelam. Ah, pelangi tak bisakah kau datang untukku malam ini? Sekali saja. Dapatkah kau dengar gemuruh hatiku dari sana pelangi? Tak kau lihatkah jingga yang terasa redup senja tadi? Pelangi, bahkan angin enggan menggoyangkan dedaunan di rantingnya. Pelangi aku benar-benar sedih. Aku butuh kamu. Setidaknya senyumnya. Kau mengertikan maksudku?

Friday, August 31, 2012

Malam Tanpa Bintang


Tak sadarkah kau?
Kau seperti bintang untukku.
Jika kau redup, malamku tak ada artinya.
Jika kau tak ada, malamku hanya menyisakan kelam.
Aku dan sederhanaku yang biasanya.
Hanya ingin cerahmu kembali.
Seperti seharusnya seperti kau yang apa adanya.
Tersenyumlah wahai dikau yang membuat malamku menjadi indah.

Friday, August 24, 2012

Padang Mati


Si aku berbaring di tengah rerumputan luas. Mengambil penanya dan selembar kertas putih dari kantong kemejanya. Menuliskan keresahan  lagi. Entah kapan akan berhenti.

Monday, July 16, 2012

Hey Awan Putihku

Hey awan putihku, la tahzan. Derai air matamu membasahi hatiku yang pilu. Mengapa kau merasa kesepian? Bukankah ada aku disini yang tak pernah ingin meniggalkanmu? Tenanglah. Karena aku masih untukmu.


Duhai peneduh jiwaku. Janganlah engkau menangis! Luka itu bahkan tak pantas singgah di hatimu.
Wahai penghapus lukaku. Tersenyumlah.... untukku..

Uhibbukifillah

Awan putih, awan putih, awan putih..

Memasuki tahun ke tiga mengenalmu dan mereka. Menemukanmu di antara para pemimpi-pemimpi besar pengejar impian. Terkepung di antara manusia penuh ambisi beralmamater biru. Sempat terselip di antara manusia baik hati di hutan kemanusiaan. Dan selalu menjadi salah satu pejuang dakwah terbaik di bangunan hijau tak berpintu.

Kenangan-kenangan aneh terlewati begitu saja tanpa kita sadari. Makan eskrim berdua, dipaksa beli eskrim, mengacak-acak komik adikmu, melihatmu main biola dan piano, tidak mengizinkanku datang ke konsermu, lupa ulangtahunmu, ngambek padaku tiga hari, melihatmu menangis di pelukan putri cahaya, keluar masuk uks, galau rumput liar, jatuh hati pada peri merah, mengarang dongeng negeri peri agar aku tertidur, memaksaku minum obat padahal dirimu sendiri malas sekali melakukannya, makan berdua, menjadi gila di nerveous, melihatmu mengaji di tengah anak-anak yang lagi konser sendiri di kelas, bercanda dengan anggi dan winda, melihat icha vs iva dan nayla vs ana berdebat tiap hari, mendengarmu memainkan mariage de amour dan river flows in you sebagai hadiah ulang tahunku di telpon, mendengar fathimah merindukanmu lagi dan lagi, mengabadikan banyak gambar tentangmu dan mereka *mental paparazzi, menggambar pelangi untukku *meski tidak mirip, cemburu pada pelangi.

Setelah ini, di hari yang akan datang, di sisa waktu kita di masa putih abu-abu di sekolah ini, mungkin tidak banyak lagi kisah yang bisa kita lewati bersama seperti sebelumnya. Aku bukannya ingin pergi atau menjauh dari hidupmu. Aku hanya melihat realyta yang ada saat ini. Tidak sekelas lagi, tidak 1 organisasi lagi, kau selalu cepat pulang, dan selalu sibuk di luar jam pelajaran sekolah. Luar biasa, bukan?

Tidak...tidak.. Aku bukannya berbicara tentang perpisahan. Aku kan hanya bilang tidak sebanyak kisah sebelumnya bukan berarti tidak ada kisah. Lagi pula, jika memang ada jeda sejenak untuk kita tidak bersama, aku percaya suatu saat nanti akan ada pertemuan yang indah. Tidak sama seperti pertemuan pertama kita, pertemuan berikutnya pasti jauh lebih indah. Kenapa? Karena itu untuk menepikan rindu. Jika tidak di dunia, maka insya Allah di surgaNya kelak. Dan aku percaya bukan hanya untuk kita berdua tapi kita semua. Aku, kamu, peneduh-peneduh harimu selama setahun dan peri-perimu selama ini.
Dua tahun yang mengesankan bersamamu. Aku hanya ingin bilang, terima kasih untuk segalanya.

10/07/12
11:38 PM

Monday, July 9, 2012

Kemelut : Gemuruh Jiwa

Si aku terjebak ke dalam rasa yang tak ingin dimengertinya
Trauma yang membenamkannya ke dalam pusaran waktu,
mempermainkan jiwa
Hanya menunggu waktu berikutnya
Hingga menjadi benar-benar gila
Si aku hanya butuh ketenangan jiwa

Friday, July 6, 2012

Pelangi di Malam Hari


Apakah ini nyata? Aku tidak tahu. Aku masih berupaya meraba cintamu lagi. Tapi, aku bahagia. Meski hanya kata. Hatiku terasa hangat. Sangat hangat. Aku ingin malam ini berjalan lebih panjang. Aku tak pernah merasa kau sedekat ini. Sungguh, ini terlalu hangat. Membuatku ingin menangis. Bukan karena luka tapi menangis bahagia. Bahkan, jika pada akhirnya ternyata ini hanyalah mimpi, aku tak ingin bangun lagi. Karena aku merasa bersamamu di sini. Meski peluk itu tidak nyata. Di dalam keindahan ini. Di dalam angan yang kupikir takkan pernah tergapai selama ini. Tapi, kali ini kau sungguh terasa nyata disini. Di relung hatiku yang terdalam. Meski hanya dengan kata.

Thursday, July 5, 2012

BUANG ANGINMU = PRIBADIMU

Berikut beberapa kondisi seseorang dalam Buang Angin yang bisa dijadikan referensi untuk mengetahui pribadi kita atau orang lain :  

Orang MUNAFIK : Orang yang buang angin tetapi menyalahkan org lain.

Orang GOBLOK ; Orang yang menahan buang anginnya sampai berjam-jam.

Orang BIJAK : Orang yang tahu kapan harus buang angin.

Orang SENGSARA : Orang yang sangat ingin buang angin tapi tidak bisa keluar.

Orang MISTERIUS :

Wednesday, July 4, 2012

Yang Terkasih

Yang terkasih..
Aku mencintaimu tanpa apa-apa

Aku Cintamu


Rasa itu begitu indah bersemayam dalam hatiku
Senantiasa membuatku tak bisa pergi dari hatimu
Memikirkanmu telah menjadi aktivitas harianku
Hari-hari yang kulewati terasa kurang tanpamu
Melupakanmu menjadi begitu mustahil untukku
Setiap tempat yang ku lalui bagai menyimpan kenangan tentangmu
Melihatmu menjadi kerinduanku
Suaramu adalah melodi terindah untukku
Senyummu pengobat laraku
Kehadiranmu, saat-saat terindah dalam hidupku
Sehari tanpa dirimu adalah luka terdalamku
Saat kau menatapku jantungku memainkan irama tak menentu
Seluruh cintaku telah kupersembahkan hanya untukmu

Sunday, July 1, 2012

Kosong

Aku merasa kehilangan
Tak kutemukan pengisi jiwaku
Dimanakah ia berada?

Tuesday, June 26, 2012

Kemelut: Intermezzo

Sang pujangga menginginkan ketiadaan
Lelah mencari keabadian
.......................

Monday, June 18, 2012

Jeda: Lagi Galau

Belakangan ini kata galau terdengar terlalu sering di setiap waktu. Bahkan mungkin sedang atau pernah terdengar terlalu merdu di hati kita sendiri. Galau itu sebuah perasaan kalut bin kacau seseorang yang sudah melewati batas kesanggupannya mungkin.

Ada galau tugas, galau ujian, galau cinta, galau makanan #eh? Pokoknya segala hal menjadi identik dengan galau.
Berbagai masalah seakan menekan kita terlalu dalam. Lalu bagaimana cara kita menyikapinya? Kebanyakan dari kita lebih sering terlarut ke dalam masalah itu sendiri. Terjebak dalam penjara hati yang semu.

Kenangan


Kenangan
Kenangan adalah kisah yang tak mungkin kembali. Bagian dari masa lalu. Menyimpan berbagai rasa. Pahit manis asam asin bahkan seringkali pedas atau malah hambar. Menyimpan berbagai warna meski terkadang hanya ada hitam dan putih. Ya, setiap bagian di memori kita, kisah demi kisah tersusun rapi dan siap dikenang. Rasa apaun itu warna apapun itu. Setiap kenangan manis selalu dapat membuat kita kembali tersenyum dan tersenyum bahkan terkadang menangis. tapi, semanis apapun itu kita tahu di dunia yang kita namakan kenyataan itu hanyalah sebuah kenangan. Masa lalu. Dan takkan kembali. Dan apa yang harus kita lakukan pada kenangan pahit? Menghapusnya? Semudah itukah? Atau apa yang harus kita lakukan pada kenangan manis yang saat dikenang di dalam kesadaran realyta begitu terasa pahit?
Apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa untuk terus diingat?
-Raditya Dika-
-Marmut Merah Jambu- Hal 128.

Sunday, June 17, 2012

Bukan Kamu


Aku ingin itu kamu
Aku tau itu bukan kamu
Aku sangat berharap itu kamu
Tapi, itu benar-benar bukan kamu
Kenapa bukan kamu?
Tidak bisakah itu kamu?
Ataukah kamu yang tak ingin disini untukku?

Wednesday, June 6, 2012

Masih Sama


Setiap kali aku ingin melupakanmu
Yang kutemukan hanyalah pikiranku yang terus di penuhi olehmu
Setiap kali aku ingin pergi darimu
Yang kutemukan hanyalah kakiku yang masih melangkah menujumu
Setiap kali pedih itu kau goreskan padaku
Yang kutemukan hanyalah hatiku yang setia mencintaimu
Jangan tanya!
Karena akupun tidak tahu
Kenapa rasa itu..
Masih sama

Friday, May 25, 2012

Kebenaran Bukan Pembenaran

Aku selalu berusaha untuk terus mempercayainya
Tetapi, setiap kali aku mencari pembenaran untuknya
Yang kutemukan,
Hanyalah kebenaran yang bertolak belakang darinya

Kita mencari kebenaran
                                                                                                 Bukan sekedar pembenaran
Meski kebenaran itu

Sakit..

Kebenaran bukan pembenaran

Kata-kata itu terus berputar-putar di kepalaku. Membangunkanku. Menyadarkanku. Kata-kata itu diteriakkan Disa di kelas di tengah kemelut otak dan batinnya menyelasaikan tugas termodinamika-nya pak Bakri.

Di kelas, Senin 14 Mei 12

Aku sedang asik dengan laptopku. Lebih tepatnya sibuk mencari wi-fi sekolah yang hidup segan mati pun tak mau.

“Aaaarggh.. Kenapa begini?”, teriak Disa

“Apa sih? Kenapa disa nah?”, tanyaku

“Tidak tau”, jawab Ana dan Nayla berbarengan

Andisa lalu berbalik kebelakang. Melihat kami dan bertanya tentang soal-soal itu. Sebenarnya soal-soal itu di berikan pekan sebelumnya oleh pak Bakri dan sudah dikumpulkan hari itu juga. Tetapi, di hari itu Disa tidak ada karena harus menghadiri Technical Meeting lomba fisika di Unismuh. Jadi, dia baru mengerjakannya pekan berikutnya.

“Beda caraku sama caranya kalian”, kata Disa

“Beda? Apanya yang beda?”, tanya kami bertiga.

“Kalian caranya begini padahal sebenarnya tidak boleh di begitukan”, kata Disa

“Kenapa tidak boleh?” tanyaku.

“Karena kalau dipake rumus yang sebenarnya tidak sama jawabannya sama jawabannya kalian”, jawabnya.

“Rumus yang ini kalian ubah jadi begini, kalian tidak pake yang ini, padahal kalau pake yang ini beda sama kalau di ubah jadi begini, terus katanya, pak Bakri kasi benar jawabannya kalian. Tapi, tidak setujuka sama caranya kalian. Menurutku tidak begitu. Harusnya rumusnya pake yang ini, tidak bisa di ubah jadi begini karena beda. Pokoknya beda. Tidak bisa kalau begitu”, celotehnya.

Sejujurnya aku sih tidak mengerti dengan penjelasannya. Habis yang dia katakan rumus-rumus semua sih. Otakku yang pas-pasan tidak sanggup untuk merekam rumus demi rumus yang dia berikan. Aku hanya melongo mendengar ceramah termodinamikanya si jenius fisika yang satu itu.

“Ya Allah Disa, apa itu yang kau jelaskan? Tidak mengertika”, jawab Nayla polos.

“Yah, saya sih tidak tau yah pastinya, silahkan tanyakan pada Fika. Saya sih Cuma liat jawabannya Fika karena tidak mengerti”, sangkal Ana

Andisa lalu berbalik ke arahku.

“Apa yang diharapkan anak ini dariku?”, batinku.

“Tapi, pak Bakri kasi benar, tapi tidak setujuka Fira”, kata Disa lembut.

“Ckckck, Ini orang.... pak Bakri dia lawan”, kataku sambil berbalik ke arah Ana dan Nayla.

“Bukan begitu Firaaaaa, kita itu harusnya mencari KEBENARAN BUKAN PEMBENARAN”, jawabnya singat, ketus, dan setengah teriak.

Dia memang agak sensitif kalau sudah berhubungan dengan belahan jiwanya itu. Fisika (FIkiran SIap KAcau). Setelah itu dia kembali mengerjakan soal-soal itu dan mungkin juga soal-soal fisika yang lain.
Tetapi, kata-kata terakhirnya itu menghentikan aktivitasku dan membuatku meresapi kata-katanya dengan seksama. Kata-kata itu masuk tepat ke dasar hatiku. Dan kuulang-ulangi berkali-kali sampai aku benar-benar mengerti maknanya. Kebenaran bukan pembenaran. Bukan sekedar pembenaran.

Kadangkala kita begitu menutup mata dengan kebenaran. Apalagi jika tidak sesuai dengan pendapat atau keinginan kita. Kita terus menerus mencari pembenaran-pembenaran yang tidak semestinya untuk mempertahankan yang tidak seharusnya. Itu mungkin terjadi karena keegoisan hati kita untuk tidak mengakui bahwa kita memang salah. Di sinilah semestinya kita belajar tentang kelapangan hati untuk menerima apa yang mungkin sesungguhnya selama ini hanya belum kita mengerti. Di sinilah kita belajar tentang kebesaran jiwa untuk mengakui bahwa selama ini kita salah. Kebenaran, sakit atau tidak, bagaimanapun rupa dan rasanya tetaplah sebuah kebenaran. Tidak seharusnya kita berusaha mencari-cari pembenaran yang tidak sesuai dengan kebenaran itu hanya untuk kepuasan hati kita untuk sesuatu yang salah. Sepedih apapun itu.

Ya, Disa benar yang kita cari harusnya kebenaran bukan sekedar pembenaran.

Kita mencari kebenaran
Bukan sekedar pembenaran
Meski kebenaran itu
Sakit..

-Andisa Fadhila-
23 Mei 12
Koridor XI Ipa 3

Monday, May 21, 2012

Surat Untuk Putri Di Istana Cahaya


Teruntuk,
Tuan putri di istana cahaya,

Aku mencoba menata hatiku kembali. Aku tahu, aku sudah berulang kali seperti ini. Tapi, kali ini kau tak perlu mencariku lagi. Bersediakah kau menungguku di perbatasan cahaya? Aku akan datang padamu. Seperti sebelumnya, saat takdir ini baru kita mulai.

Tertanda,
Adikmu yang nakal tapi manis

Wednesday, May 16, 2012

Cinta Putih

Kau tahu apa itu cinta?
Ia tak berlogika
Tapi, yang tulus
Tak meminta apa-apa
Namun memberi segalanya
Seperti aku,
untukmu
Yang namanya bertinta putih
Di lembaran kertas putihku

Tuesday, May 1, 2012

Sahabat Galau

Suatu hari (hari ini) di bawah langit gelap di tengah hujan yang turun perlahan.. Suatu rasa menghampiri hati yang sunyi.. Gadis itu menatap kosong di sudut jalan (mencari pete2).

Galau: (cling! Muncul tiba-tiba) hai!
Rap: (tidak menghiraukan)

Sosok galaupun memegang bahu gadis itu yg memaksanya berbalik. Gadis itupun menganga dengan khidmat melihat sosok yang menghampirinya

Monday, April 30, 2012

Menemaniku?

menemaniku katamu? tapi kenapa malah kau yang pergi? tak tahukah kau betapa terlukanya aku? maaf, bukannya aku ingin melukaimu. aku tahu aku tak boleh memaksakan jalanmu. bukan itu. setidaknya sisakan sedikit hatimu di tempat ini. tak bisakah? aku hanya sudah terlanjur sayang padamu seperti mereka, peneduh harimu. salahkah? aku, mereka, hanya ingin tetap meneduhkan hari-harimu meski tak bisa menjadi peri-perimu, tak pantaskah? jika memang aku, mereka, tak sanggup lagi menjadi penenang jiwamu. maka pergilah tp jgn berbalik lagi. karena aku, mereka, takkan sanggup melihatmu terluka lagi.

Saturday, April 28, 2012

Nyata Itu

Nyata itu mengetuk pintu hati si aku
Membukakan mata hati si aku
Yang dipaksakan buta
Nyata itu memutuskan asa si aku
Yang telah terajut terlalu indah
Si aku memburamkan nyata itu terlalu lama
Tapi nyata itu terlalu kuat
Memberikan sayatan pedih di hati si aku
Nyata itu membangunkan si aku
dari mimpi palsunya yang terlalu indah
Nyata itu menghancurkan serpihan hati si aku
yang sudah terlalu rapuh

Monday, April 9, 2012

Di Bawah Langit Jingga


Di senja itu..
Di bawah pohon yang gugur
Kita berdiri dan menatap langit
Di sampingmu aku bernapas pelan
Tanpa kata menikmati jingga
Kau berbalik ke arahku
Menatapku dan tersenyum
Aku mengerti

Segala rasa yang telah ku nikmati bersamamu
Sudah membekas terlalu dalam di hatiku
Kau tetap tersenyum menatapku
Aku mengerti
Di bawah langit jingga
Aku berjalan perlahan
Menjauh meninggalkanmu
Tapi inilah waktunya
Kisah yang berakhir tanpa kita akhiri
Rintik hujan turun membasahi tubuhku
Langkahku tehenti
Aku menatap langit yang masih jingga
Aku berbalik melihatmu

Kau masih berdiri di sana
Di bawah pohon yang sedang gugur
Masih menatapku dan masih tersenyum
Aku mengerti
Di senja itu..

Kita belajar satu hal lagi dari cinta, dari kita
Merelakan.. Tak memaksakan..

Aku menghela napas pelan
Air mataku jatuh
Aku berjalan menjauh dan kali ini tanpa henti
Menuju masa depan tanpamu

Thursday, March 22, 2012

Bersamamu

Bersamamu..

Rasa sakit itu anugrah
Luka terlihat indah
Pahit tak terasa
Cinta tak perlu kata

Wednesday, March 21, 2012

Maaf


Egoku menuntunku untuk memaksamu memilikiku
Egoku menuntunku untuk melukaimu
Egoku menuntunku untuk mengacuhkanmu
Egoku menuntunku untuk menjatuhkan air matamu
Maaf..