Friday, December 30, 2011

Untitled

Aku berdiri di tepi pantai
Semilir angin terasa menusuk
Kakiku terandam di musim dingin
Membiarkannya membeku bersama rasa
Memandang langit
Senja perlahan datang
Menangis..

aku takut


aku tak bisa tidur
trauma itu menikamku terlalu dalam
batinku tersiksa
aku.. takut..

hari demi hari kulewati
sejak malam dimulai
aku terjaga dalam diam
hingga mentari kembali menyapa

2011/12/29 Thu
12:31 AM

Tuesday, December 27, 2011

Kenapa?


kenapa?
kenapa?
pertanyaan yang sama
kenapa?
aku tak mengerti

aku kecewa..
apa semuanya hanya sia-sia?
aku menyerah
takkan  bisa bertahan lagi
biarlah

perlahan demi perlahan
harapan itupun semakin memudar
tinggal menunggu waku
sampai benar-benar hilang
musnah

biarlah

Monday, December 26, 2011

Mengilang?

Menghilang..
untuk mengobati luka?
atau menambah luka?

menghilang..
sebuah pengorbanan?
atau keegoisan?

yang mana yang lebih menyakitkan?
meningglkan atau ditinggalkan?
menghilang atau kehilangan?

melenyapkan rasa sakit lama
untuk menciptakan rasa sakit baru
apa bedanya?

bukankah saat semua menghilang hanya akan ada hujan?
gelap dan dingin

saat semua menghilang yang kutahu jiwaku akan menangis
dan yang dapat kulakukan hanyalah menanti dan mencari
meski telah terluka
meski telah terluka
kenapa?
apalagi kalau bukan karena cinta?

Saturday, December 24, 2011

YAPTI



Hari kamis tanggal 28 april, pulang sekolah kk aqilah dan kk nurul menjemputku setelah kk nurul UN smp. Oh ia aku lupa bilang kk nurul juga penderita tunananetra. Seandainya kk nurul tidak terkena tumor otak yang menyebabkan kebutaannya dan bersekolah tetap seperti orang normal, tahun ini seharusnya kk nurul mengikuti UN sma bukan smp.
Kami lalu pergi ke yapti (yayasan pembinaan tunanetra indonesia), sebuah yayasan yang menyekolahkan orang-orang seperti kk nurul. Letaknya tidak jauh dari sekolahku, jadi kami hanya berjalan kaki ke sana. Di yapti aku mengamati orang-orang tunanetra sambil terkagum-kagum. Mereka orang-orang yang hebat, sangat hebat malah. Aku tahu aku akan merindukan tempat ini. Dan aku benar.
Di yapti aku mengabadikan banyak gambar, mulai dari suasana tempat itu, orang-orang yang tinggal di sana dan lainnya. Aku memotret setiap kejadian-kejadian di sana. Aku ingin mengenangnya. Di sana orang-orang tunanetra bersikap layaknya orang normal meski tetap ada perbedaan. Mereka berjalan tanpa bantuan siapa-siapa tanpa bantuan apa-apa. Yang membuatku benar-benar sangat kagum adalah saat adzan mulai dikumandangkan. Seorang anak yang masih sangat muda dan juga buta mengumandangkan adzan dengan mantap di musholah yapti. Aku memotretnya dengan tersenyum. Di saat aku masih memotretnya, kudengar suara-suara langkah kaki dan aku berbalik. Suara-suara itu berasal dari pijakan kaki orang-orang tunanetra lainnya yang berjalan cepat seperti ingin berlari dan terlihat begitu terburu-buru. Saat aku melihat tempat yang mereka tuju, aku tertegun. Mereka menuju tempat wudhu. Kalau aku? Mungkin eh pasti jika aku mendengar adzan aku tak seperti mereka yang begitu mendengar panggilanNya untuk melaksanakan shalat langsung memenuhinya tapi malah terkadang bahkan lebih sering mengabaikannya. 
Adzan
Bagaimana denganmu teman? Apakah saat adzan mulai berkumandang kalian sama seperti mereka? Ataukah kalian masih asik tertawa, bercanda, bermain, atau malah bergosip dan mengabaikan panggilanNya? Atau masih sibuk dengan headphone ditelinga menikmati iringan musik yang melenakan? Atau masih terpaku memainkan game yang menyenangkan? Masih sibuk bermain basket? Bermain bola? Seperti yang sering kulihat. Seperti yang sering kulakukan.  Atau masih sibuk dengan soal-soal yang masih belum terpecahkan? Masih sibuk latihan ini dan itu? Kenapa? Besok lomba ?masih lusa? Minggu depan? Tidak ada waktu untuk santai dan harus latihan? Biar persiapan buat lombanya mantap? Lalu matinya kapan? Gak tahu? Persiapan buat mati udah mantap? Atau masih sibuk smsan? telpon-telponan ? Atau malah sedang asik pacaran? Seperti itukah?
Yah seperti itukah kalian? Salah maksudku seperti itukah kita? Yah seperti itulah kita. Itu yang kupikirkan saat melihat mereka.
Tempat ini sederhana tidak mewah tidak megah tapi tenang dan nyaman.
Saat menunggu mereka-kk aqilah, kk nurul dan yang lainnya- shalat berjamaah, kebetulan saat itu aku tidak shalat, aku melihat-lihat foto hasil jepretanku di sana. Foto-foto yang mengabadikan saat orang di sana tersenyum ke arahku tanpa melihatku (setidaknya mereka menyadari kehadiranku), saat-saat mereka menuju ke tempat wudhu, saat anak itu mengumandangkan adzan, di tempat wuduh, suasana shalat, dan lainnya. 
Selesai shalat, kami –aku, kk aqilah, kk nurul- menuju bangunan sebelahnya. Masih yapti, tapi di sana aku menemukan banyak anak kecil yang tidak ketemukan di tempat tadi lalu spontan memotret mereka juga. Mereka sedang bermain, tertawa dan terlihat bahagia. Masa kecil memang harus benar-benar dinikmati. Di sana juga ada ayunan, prosotan dan aku berpikir sepertinya tempat ini memang untuk anak kecil. Di sana juga ada sebuah kapal yang tidak terlalu besar tapi tidak terlalu kecil. Aku lalu menghilang dari hadapan kk nurul dan kk aqilah dan berlari ke kapal itu. Di kapal itu ada beberapa anak yang sedang bermain. Entah bermain apa. Aku lalu menginvestigasi mereka. Maksudku hanya sedikit bertanya pada mereka. Kata mereka kapal itu masih bagus, tidak rusak, bisa digunakan. Bisa digunakan? Tapi kapal itu berada di darat. mereka bilang saat banjir anak-anak di naikkan ke sini. Benarkah? Aku tak tahu. Tapi itulah yang mereka katakan. Setidaknya daripada aku bertanya pada ikan yang ada di suatu tempat di atas kapal itu yang kulihat saat aku memanjat naik ke atasnya lebih baik aku bertanya pada anak-anak itu. Sebelum aku pergi aku tersenyum pada anak-anak yang lucu-lucu itu dan berterima kasih atas infonya. Mereka juga sangat sopan.
Sebelum kami pulang dari yapti kami makan dulu. Sebenarnya aku malas, tapi seperti biasa kk aqilah memaksaku makan. Jadi, aku juga ikut makan. Kami makan bakso mas sabar kalau tidak salah. Katanya kk nurul, dia biasanya kalau lapar makan baksonya mas sabar. Sementara kk aqilah memesan bakso untukku, aku menghilang lagi. Tidak benar-benar hilang sih tapi karena aku adalah aku, seperti biasa aku menjelajah tidak jelas lagi. Aku melihat beberapa lelaki dewasa yang sedang memindahkan begitu banyak karung dari atas truk ke dalam sebuah rumah yang saat itu aku tidak tahu apa isinya. Dan spontan aku mendatangi mereka lalu bertanya pada mereka apa isinya. Aku lupa jawabannya. Dan aku bertanya bertanya dan bertanya lagi. Aku lupa semua jawaban mereka karena aku sendiri lupa apa yang kutanyakan. Yang kuingat hanyalah keringat yang mengalir deras di kening, wajah bahkan tubuh mereka. Itulah kehidupan kawan.
Setelah itu aku kembali ke kk aqilah dan kk nurul. Tiba-tiba hujan turun pas sekali dengan semangkuk bakso panas yang dipesan kk aqilah untukku. Sementara makan, aku bertanya pada mas sabar : mas bukan asli sini yah? Dia lalu menceritakan sedikit tentang dirinya. Dia bilang dia asli jawa terus pindah ke sini tahun... hmm aku lupa tahun berapa.
Aku lalu bertanya lagi: pindah kenapa, mas?
Dia hanya menjawab : karena kemiskinan.
Lihatlah kawan, itulah potret kehidupan. Demi melanjutkan kehidupan mas sabar harus pergi meninggalkan rumahnya bahkan teman-temannya. Sama seperti orang-orang yang mengangkut karung-karung yang entah apa isinya itu. Mereka melakukannya demi melanjutkan kehidupan. Mungkin bukan cuma kehidupannya tapi juga kehidupan orang-orang yang mereka sayangi. Alaaaah. Lagi pula aku tahu apa tentang kehidupan? Aku hanya anak sma biasa yang masih mengharapkan uang jajan dari orang tua.
Setelah makan, kami pulang ke masjid nurul iman 2. Tempatku satu-satunya saat aku ingin lari dari segala kepenatanku. Saat kami tiba di masjid, aku langsung bertemu dengan maminya irmani2 (ikatan remaja masjid nurul iman 2) tersayang, ust sair alias pak imam, dan anak-anak santri yang sedang belajar ngaji, tapi ada juga sih anak santri yang lari-lari gak jelas. Mungkin di masa depan mereka bercita-cita menjadi seorang pelari profesional yang mendapatkan begitu banyak medali emas dan juga beriman serta jago ngaji. Tapi sudahlah, itulah anak-anak. Setidaknya meskipun aku tidak selalu bertemu dengan saudara saudariku saat aku di sana, aku bisa mengenang mereka di tempat di mana kenangan bersama mereka ada dan berawal.

Pagi Yang Indah


15 Okt. 11
6:15 AM
Tidak menyangka akhirya kuputuskan juga untuk berangkat ke sekolah, padahal sbelumnya kepenatan melandaku hingga membuatku malas sekolah hari ini. Sekarang aku masih di mobil, karena bosan tidak melakukan apa-apa akhirnya kunyalakan laptopku dan mulai menulis lagi. aku baru sadar banyak barang-barang penting yang harusnya kubawa hari ini tertinggal di rumah. Hem, biarlah, kembali kerumah akan membuang banyak waktuku. Tadi, aku berangkat dari rumah pukul 06:01 AM, mungkin karena aku tidak sarapan dulu jadi agak lebih cepat dari biasanya. Beberapa hari belakangan ini aku sarapan dulu sebelum ke sekolah. Beda sekali bukan dengan diriku yang dulu? Kecuali hari ini dan kemarin dan 2 hari yang lalu, aku tidak sarapan. Aku sarapan hanya jika ibuku menyiapkannya, jika tidak ya tidak. Jangan suruh aku menyiapkan hal-hal seperti itu, apalagi di pagi hari.
6:24 AM
Indahnya melihat mentari yang masih malu-malu menampakkan dirinya di saat-saat langit teduh seperti ini. Jalanan juga masih sepi. Pagi-pagi menjalani hidup dengan begitu santai memang indah. Sejenak melupakan beban-beban kemarin sebelum menjemput beban baru. Segarnya udara di pagi hari, apalagi habis hujan jadi tidak banyak debu hingga pepohonanpun terlihat begitu hijau.
06:27 didepan SMK 5
Ah, jadi ingat dengan daun kering yang kutitipkan pada kk nabil yang ditujukan padanya. Masih ada tidak, yah? Atau malah sudah dibuang? Hah, entahlah..
06:28 di depan rumahnya kk maya
Hem, aku rindu padanya
06:28
Aku tiba di sekolah. Turun dari mobil, aku langsung melihat burung kecil terbang dari dahan pepohonan. Suara kicauan burung memang melodi terindah di pagi hari yang sesejuk ini.
06:31 AM
Aku memutuskan untuk duduk sejenak di depan XI.4
06:39 AM
Aku tiba di smagas. Wah indahnya melihat burung-burung kecil beterbangan dan bertebaran di koridor smagas. Kicauan mereka membentuk sebuah harmonisasi sempurna. Pagi-pagi sudah melihat iin menyapa semua orang yang baru tiba di smagas. Tapi yang membuatku tertawa adalah saat dia berkata “selamat pagi daun cinta!!”.  Ya ampun, hahaha.. aku hanya mngisyaratkan jari telunjukku yang kuletakkan tepat di depan bibirku. Yang bermakna sssst..
06:41 AM
Aku tiba di kelas, saat aku mengecek hpku ternyata ada sms masuk. Saat kubaca, ternyata dari Qilah bunyinya: Fira bangun!!
Benar-benar pagi yang indah..
06:58 AM
Waktunya kembali ke tumpukan tugas..

Rantai 11

11 hal tentangku:
1.       Laptop
Sangat tidak bisa pisah dari laptopku tercinta. Tempatku mencurahkan isi hati. Menyimpan segala kenangan dengan tulisan dan foto-foto hasil paparazzi. Dan yang paling utama tempat terbaikku bermain game.

2.       Sepak Bola
Waktu kecil identik banget sama yang namanya bola. Kalau udah masuk waktunya main biasanya bisa nyasar di lapangan main bola bareng cowok-cowok. Waktu SD kalau udah waktunya istirahat disaat semuanya ke kantin, pasti langsung main bola. Pokoknya, kalau ada yang mencariku pasti di cari di lapangan bola. Sampai-sampai waktu kelas 1 SMA ibu-ibu tetangga pernah nanya “Fira, masih suka main bola?”. Ya udah gak dong.

3.       Telat
Sering banget. Apalagi pas SMP. Tapi, karena temenan sama satpam sekolah, jadi selalu lolos tanpa hambatan. Hahaha. SMA sih dah jarang, Cuma kadang-kadang. Secara yang di hadapi Pak Bakri gitu loh. Siapa yang berani coba?

4.       Baca
Dari kecil sudah terbiasa baca buku, novel, komik, koran, majalah, pokonya apapun yang ada tulisannya pasti di baca. Bahkan waktu kecil kalau lagi asik-asiknya baca koran teman-temanku pasti langsung teriak “weeee orang tua, ayo main”

5.       Manjat
Sering manjat dinding belakang sekolah waktu SD kalau mau kabur. Dari kecil kalau main petak umpet, ngumpetnya di atas pohon mangga tetangga. Terus, waktu SMP katanya Rahmah sering banget duduk-duduk di atas pohon depan kelas 9.1. Em, apa saya jago manjat? Tidak sama sekali..

6.       Lari
Sebenarnya sering berlari itu bukan karena saya suka dengan olahraga yang satu ini tapi karena anjing peliharaan tetangga saya. Pokky namanya. Jadi yah mengertilah. Pokky itu baik sekali, selalu ingin melihatku sehat sepertinya. Tapi, semenjak Pokky dikejar sama kucing peliharaan saya yang namanya Pinky, dia sudah tidak nakal lagi.

7.       Cokelat
Makanan yang paling kusukai dari kecil. Mulai dari cokelat biasa. Sampai makanan dan minuman yang rasa cokelat. Wafer cokelat, susu cokelat, icecream cokelat. Pokoknya cokelat.

8.       Main basket
Jago sih tidak.. tapi suka. Waktu SMP setiap jam istirahat atau pulang sekolah kalau lagi tidak ada kegiatan penting biasanya yang kulakukan itu main basket. Terus, sekitar jam 4 sore, pasti ke sekolah buat main basket.

9.       Bolos
Hahaha. Waktu SMP itu kalau lagi males belajar atau pas pelajarannya terasa sangat  membosankan, pasti langsung keluar kelas dan ke kantin. Pas SMA malah terkenal dengan bolosnya. Sampai-sampai ada anak IPA 5 yang pernah sekelas denganku nanya, “Fira, masih jarang masuk kelas yah?”. ckckck..

10.   Berantem
Wuiiih, mukul? Biasa.. tendang? Biasa.. pakai senjata? Biasa.. Sering banget keluar masuk ruangan kepsek atau sekedar ketemuan sama guru karena hal yang satu ini. Itu sih kalau di area sekolah. Kalau di luar sekolah bisa sampai memar-memar gak jelas gitu. Orang tua jarang tahu tentang ini. Tersimpan rapi di kotak kenangan rahasia. Tapi, itu Cuma sampai masa-masa SD doang kok. Masa-masa SMP, 1 setengah tahunnya digunakan untuk belajar dan pacaran dan 1 setengah tahun kemudian digunakan untuk sadar dan belajar serius.

11.   Perpusatakaan
Jadi tempat favoritku dari SD, SMP, sampai SMA. Pas SD, kalau teman-temanku tidak melihatku di lapangan, ruang guru atau kantin, mereka bisa menemukanku lagi sendirian baca buku di perpus. Sendirian? Wajarlah.. Waktu SD itu kalau lagi gak ada mata pelajaran perpustakaan, perpustakaan Sdku itu gak ada isinya. Biasanya sih di kunci, tapi karena temenan sama penjaga perpus, kadang-kadang bisa masuk. Begitupun SMP, kalau tidak ditemukan di lapangan basket, kantin, atau kelas, pasti ada di perpus. Kalau SMA sih, Cuma waktu kelas 1 yang sering nyasar di perpus. Kalau pas kelas 2, bisa pingsan saya kalau harus bolak-balik perpus-kelas.
 
Pertanyaan dari Putri Cahaya
  1. Tuliskan tiga kata tentang aku!
Barbie, mengejutkan, bodoh
  1. Jika kamu diberi kesempatan untuk mengambil apapun dariku, apa yang akan kamu ambil?
Cinta
  1. Apa aku sudah pernah melakukan sesuatu untukmu?
Ya. Salah satunya mengejutkanku dengan kedatanganmu bersama fatih.
  1. Apa target utamamu di tahun 2012 mendatang InsyaAllah?
Ada deh..
  1. Benda apa yang kamu inginkan -harganya murah- tetapi kamu belum memilikinya?
Yang paling kuinginkan? Sepertinya tidak murah..
  1. Apakah kamu ingin bertemu denganku?
Ya
  1. Apa penyesalan terbesar dalam hidupmu?
No regrets just lesson learned
  1. Mau ditraktir makan apa?
Gak ada
  1. Jika aku menghilang, apa yang akan kamu lakukan?
Menangis. Tidak ingin menghilang saja, sulit sekali menemuimu. Apalagi jika ingin menghilang.
  1. Apa kamu mau membeli bukuku?
Kalau gratis mau. Eh, itu bukan beli yah namanya?
  1. Pernahkah terpikir untuk mendonorkan organ tubuhmu ketika kamu meninggal?
Pernah
Pertanyaan dari Si Bianglala
1.       Bagaimana kabarmu hari ini?
Baik Sekali..
2.       Menurutmu, termasuk tipe apakah aku dan berikan alasannya?
 (Koleris/Sanguinis/Melankolis/Plegmatis)
Tidak tahu
3.       Apa yang ingin kamu berikan di hari bahagiaku (baca: Pernikahan)?
Aduh, apayah? Masih Bingung
4.       Alasan apa yang membuatmu ingin bertemu denganku?
Karena, Sangat Sangat Sangat Merindukanmu.
5.       Jika kamu diberi kesempatan untuk membahagiakan seseorang sepenuhnya, siapakah orang itu?
Dia
6.       Apakah kamu begitu menikmati masa-masa sekolah?
Ya
7.       Jika suatu hari nanti kamu dipertemukan dengan seorang guru SD yang pernah bersikap tidak menyenangkan hati, apa yang kamu lakukan?
Berhubung tidak memiliki guru SD yang pernah bersikap tidak menyenangkan hati jadi, tidak ingin pusing memikirkan jawaban dari pertanyaan ini.
8.       Apakah kamu ingin terlibat dalam cerita di blogku?
Mau mau mau
9.       Apa bunyi sms mu terhadapku jika mendengar berita aku jatuh cinta pada seseorang?
hahaha
10.   Hal apa yang tersulit ketika kamu menghadapiku?
Menahanmu pergi jika sudah waktunya kembali berpisah.
11.   Sifat buruk apa yang ingin kamu musnahkan dalam dirimu?
             Malas

Pertanyaan dari Putri Pelangi
1.       Berapa lama kamu kenal sama aku ?
Mungkin sejak Juli 2010, mungkin pagi-pagi hari senin. Mungkin di sekolah. Mungkin di suatu tempat yang mungkin di sebut hutan kemanusiaan oleh awan putih. Jadi mungkin sudah sekitar 1 tahun 5 bulan 2 pekan.
2.       5 buku yang sekarang pengen banget kamu baca ?
1.      Kemilau cahaya emas
2.      Kemilau cahaya emas
3.      Kemilau cahaya emas
4.      Kemilau cahaya emas
5.      Kemilau cahaya emas
3.       Warna apa yang kamu suka ?
Nothing
4.       Apa yang kamu lakukan tiap hari ahad ?
Tidur dan main game, kadang-kadang sekitar jam 6 pagi nyasar di lapangan basket dekat rumah.
5.       Apa yang sudah kamu lakukan buat Ibu kamu ?
Belum ada
6.       Apa aku pernah buat kamu sakit hati ?  Kapan dan Bagaimana ?
Er-r
7.       Kalo kamu diberi kesempatan untuk mengambil apapun dariku, apa yang akan kamu ambil ?
Kamu
8.       Apa pendapat kamu tentang pelangi ?
Indah
9.       Pernah tidak kamu merasa putus asa dan sendirian ?
Mungkin
10.   Siapa yang menginspirasi kamu buat blog ? Ceritakan kenapa ya..
Pertama kali bikin blog itu 2009, waktu lagi rajin2nya nulis. Masuk sma gak keurus dan akhirnya kuhapus. Terus, sekitar semester 2 kelas 10 kalau gak salah. Ada orang yang namanya Aisyah yang selalu nyuruh buat bikin blog. Terus suatu hari secara tidak sengaja, didepan rumah berwarna hijau ucapanku dianggap janji oleh putri cahaya. Bikin blog lagi deh.
11.   Nah, yang terakhir jangan bohong ya ? Berapa kali kamu makan dalam sehari ?
Pertanyaan apa ini?? 10 kali. Hahaha. Apa? Mau protes?

Pertanyaan dari Anna Mutia
1.          Jika aku adalah benda, kamu mengasumsikan aku seperti benda apa? Kenapa?
Buku. Menyimpan sejuta cerita.
2.          Menurutmu kenapa nama blogku cahaya pelangi, kenapa nggak biru langit aja?
Mana aku tahu.. mungkin, karena anna terlalu menyayangi kk maya..
3.          Kenapa orang gila dikasih nama orang gila yah? (pertanyaan apa ini!! ƪ ҇ơ  ҇)˥ nggak usah protes jawab aja)
Tidak semua pertanyaan butuh jawaban. Dan tidak semua hal harus di pertanyakan.
4.          Apa hal terindah dalam hidupmu? Jelaskan! (kayak kasih soal aja)
Melihat orang lain bahagia
5.          Ibu, ibu, ibu bagaimana kabar ibu kalian? Salam yah, apakah kalian sudah membuat ibu kalian bahagia hari ini?
Baik. belum
6.          Ayah,bahaimana kabar ayah kalian?  Salam buat beliau, apakah hari ini kalian sudah membuatnya bahagia?
Baik. Belum
7.          Kegalauan yang nggak bisa kalian lupakan apa sih?
Biar aku saja yang tahu
8.          Apakah kalian punya lesung pipi?
Punya
9.          Gimana kabar kalian?
Baik sekali
10.      Kalian suka cemilan apa? Kenapa?
Cokelat . karena manis seperti aku. Hhaha..
11.      Siapa inspirator terbesar di hidupmu? Kenapa?
Keluarga. Karena begitulah..

Pertanyaan dari Awan Putih
1.       Bagaimana kabar Anda?
Baik sekali
2.       Apa mimpi-mimpi yang ingin Anda capai dalam hidup ini?
Membahagiakan kalian
3.       Apa ketakutan terbesar dalam hidup Anda?
Melihat semuanya perlahan menghilang
4.       Apa yang Anda lakukan saat lelah dan penat sedang mencintai Anda?
Tidur dan main game
5.       Kalau surah favoritnya Nabi itu Ayat Kursi, surah favorit Anda apa?
Al-Ikhlas. Paling gampang dihapal.
6.       Benda-benda paling berharga dalam hidup Anda?
Selembar kertas berwarna hijau. Bungkusan permen bertuliskan sesuatu. Selembar foto. Madingku. Data laptop dan hpku. Sebuah buku berwarna merah yang merupakan sebuah bukti dari kepingan cerita masa lalu yang indah.
7.       Apa yang Anda lakukan ketika Anda tahu bahwa orang tua tidak meridhoi cita-cita yang ingin Anda raih? (cara selain berdo’a dan dikomunikasikan dengan baik)
Menuruti keinginan orang tua dan melupakan cita-cita itu
8.       Apa yang Anda lakukan ketika melihat seseorang tiba-tiba menghilang dari hadapan Anda dan tak pernah kembali?
Terdiam, lalu setelah sadar mencarinya sampai menemukannya.
9.       Apa kalimat penyemangat yang biasanya mampu membuat Anda bangkit kembali?
Bimillah.
10.   Adakah hal yang mengganggu Anda akhir-akhir ini?
Ada. Pertanyaannyakan Cuma adakah.
11.   Pernahkah berpikir untuk berpetualang mengelilingi dunia?
Pernah.