Thursday, November 3, 2011

VMJ Lagi? Awawaw..


Selasa, 01 November 2011 pukul 07:05 AM
Aku duduk di koridor T, melihat langit yang dipenuhi oleh awan putih. Hari ini cuaca cerah, tidak mendung. Tapi, entah bagaimana dengan hatiku. Aku menarik napas panjang, berharap semua berlalu lebih cepat . Kali ini, aku mencoba berhenti sejenak. Berhenti berlari. Menepi. Aku lelah. aku hanya ingin bernapas sejenak dengan lebih pelan dan lebih panjang. Semua hal terlalu sulit untuk dapat kumengerti. Tidak semua pertanyaan itu mempunyai jawaban. Tidak semua kejujuran dapat kudapatkan.
Seorang teman datang menghampiriku. Bercerita tentang kegelisahan hatinya. Aku tersenyum. Aku mendengarkannya dengan seksama. Mencoba mengerti. Ini membuat perasaanku jauh lebih baik. Ah, lagi-lagi tentang cinta. Virus merah jambu itu menyerang satu hati lagi yang kukenal. Aku tak tahu siapa laki-laki itu. Tapi siapapun dia, dia telah berhasil memikat hati sahabatku ini.
Katanya laki-laki itu seseorang yang sederhana, unik, dan kekanak-kanakkan. Kadangkala, ini bisa menjadi sumber kegalauan utama dari hati seorang akhwat sepertinya. Ups, hahahaha. Aku bukanlah seorang penasihat yang baik, aku tak begitu bisa memberikan saran yang baik untuknya. Maafkan aku sobat. Jika sudah seperti ini, kadangkala aku akan meminta saran cahayaku. Tapi, aku tak ingin dia bertanya siapa yang kumaksud. Aku ingin biarlah sahabatku itu sendiri yang bercerita padanya. Karena biasanya dia bercerita tentang kegelisahan hatinya pada cahayaku. Oh ia dia bukan awan putih loh, apalagi angin lembut.

Aku sangat sensitif terhadap hal yang berbau cinta. Bagiku, cinta itu adalah musibah. Namun, entah mengapa aku masih saja terjebak dalam lingkaran setan percintaan. Apalagi...... aku sekarang sudah ingin menutup diri. Aku sudah tak ingin mencinta lagi.. tapi.. aku bingung bagaimana caranya!
“Aku tak mengerti cinta itu apa? Tapi.. aku bingung bagaimana caraku mengendalikannya. Akuuu... aku tak kuat lagii menghadapi musibah cinta ini.. apa yg harus aku lakukan ukhtiii??”
-suara hati sahabatku itu-

0 comments:

Post a Comment