Wednesday, October 5, 2011

Percakapanku dengannya 2 tahun yang lalu


25 Mei 2011

Aku kembali menyendiri di kamarku,,,
Malam ini kuputuskan untuk kembali tersenyum pada langit yang lagi-lagi tidak menampakkan bintang padaku. Kali ini aku tidak lagi memandang langit dari jendala kamarku. Kuputuskan untuk keluar sebentar berdiam diri sejenak di teras rumah menikmati dinginnya udara malam. Kupandangi beberapa carik kertas yang kutemukan beberapa hari lalu di lemari bukuku, saat aku mencari sebait puisi kesukaanku yang kubuat sekitar 2 tahun yang lalu namun sampai saat ini tak jua kutemukan.
Kertas-kertas itu berisi percakapanku dengan kiki dua tahun lalu. Mengingat kenangan itu membuatku tertawa. Hari-hari itu aku dan kiki bercerita dengan menuliskannya di secarik-secarik kertas, kadang kami merobeknya dari buku tulis kami atau menggunakan kertas binderku. Padahal sesungguhnya dia duduk disampingku. Lucu sekali, bukan? Dan aku masih menyimpan kertas-kertas itu. Sekedar untuk mengabadikan kenangan-kenangan itu.
Percakapan itu seperti ini:
................................................
Kiki: apakah sulid untuk blajar mencintai seseorang?? ^_^
Aku: sangat sulit.
Kiki: jika kamu tawu kalau ter.yta ada seorang pria yang menyukaiku selama 3 tahun. Apa yang akan    kamu lakukan?
Aku: Mendengarkan kata hati nurani. Bagaimanapun cinta tak kenal paksaan, seperti hubunganmu selama ini yg berakhir dengan kegagalan.
Kiki: Yang jadi permasalahanku selalu. Aku tidak pernah bisa mengerti HATI NURANI kuh ..
Aku: Bimbang.... Akupun selalu bimbang. Biarkan semua berjalan seperti biasa kaupun kan t’biasa.
Kiki: Kenapa mereka tdak pernah menyadari diriku!! Yang slalu t’senyum di blik msalahku.
 Aku: Semua manusia egois selalu ingin dipahami tapi tak berusaha memahami. Maka biar kita yang berusaha memahami tanpa harus dipahami.
..............................................
Kiki: kenapa sich sangat sulit untuk mencintai seseorang yg sangat cantik??
Aku: ??????
Aku: seperti perasaanmu yang tak bisa kau persembahkan padanya. Seperti itu pula dirinya yang tak bisa memberikan hatinya pada si cantik.
Kiki: tapi aku hanya melakukan yang terbaik.
Aku: terbaik untukmu. Mungkin tidak untuknya.
Kiki: tidak kawan. Aku sudah memikirkannya. Keputusan ini adalah yang terbaik untuk aku,dy, dan si cantik.
Aku: engkau mengharap lain. Sang raja mengharap lain. Si cantik mengharap lain. Tidak ketemu-ketemu itu kawwe !!!!!
Kiki: oh Tuhan bagaimana cara menyatukan sang raja dan si cantik?? Karna sangat disayangkan bila cinta si cantik bertepuk sebelah tangan karna diriku.
Aku: dan cinta sang raja bertepuk sebelah tangan karna dirimu......!!
Kiki: tapi itu yang trbaik!!
Aku: sang raja tak bisa memaksakan cintanya pada si cantik. Kau tak bisa memaksakan cintamu pada sang raja. Jk kau menyayangi si cantik. Biarkan sang raja melupakanmu dan mencoba mengenal si cantik.
Kiki: sdah ku coba. Tpi sang raja tetap tidak mau.
Aku: biarkan dirimu menjauh darinya. Tapi tak boleh ada penyesalan di akhirnya. Pikirkanlah..
Kiki: apapun akan kulakukan demi sahabatku “si cantik”
Aku: asalkan si cantik serius pada sang raja...
Kiki: dy serius dan sangat serius.
Aku: baguslah. Berarti kau terlalu baik.
Kiki: tdak jga. Karna aku trlalu jhad pda sang raja
Aku: tidak kawan. Kau takkan mampu mencintai sang raja. Kau takkan mampu mengungapkan rasa sayangmu pd sang raja karena kasih sayangmu pd sahabatmu yg jauh lebih besar dr apapun yg ada.
Kiki: mungkind..
Aku: kuharap sang raja bisa menerima meski tak mengerti..
Kiki: tpi kenapa dy tdak mgerti ?
Aku: bukan dia tak bisa mengerti hanya tak ingin mengerti.
Kiki: knapa dy tdk ingin mengerti ?? padahal dy tdak bisa memahami dan menerima.y apa bila dy tdk mengerti.
Aku: mungkin dia mengerti namun tak bisa menerima keputusanmu !!! yg dia inginkan hanya dirimu !!!
Kiki: tapi kenapa coba’ harus aquwh ??
Aku: nafsu oh nafsu
Kiki: maksudmu nafsu?
Aku: nafsunya terlalu kuat padamu. Cinta itukan nafsu manusia. Lapar aja nafsu.
..........................
Kiki: telah kulakukan untuk sang putriy. Tpi knapa ini tdk mendapatkan hasil..
Aku: tidak semua keinginan dpt terwujud. Seperti keinginan sang putri yg tak bisa kauwujudkan. Begitupula keinginanmu pd sang raja.
..................
Kiki: Aku takut jika aq bangun bsok matahari gak terbit dri sebelah timur. Dan aku lbih takut, jika aqu bangun bsok, aku bru tau kalau hati bsa slah.. !!
Aku: aku lebih takut kalau tak ada kesempatan berikutnya u’ memperbaiki yg salah..
.........................
Kiki: kiamat semakin dekat. Ajalpun semakin dekat. Dan aku blum bsa merubah diriku.
Aku: perubahan butuh usaha.
..........................
Kiki: ????? kau lgi bikin topik !!!
Aku: meski hati itu salah tapi hati itu tulus.
Kiki: tidak selama.y hati tulus.
..............................
Aku: t’kdag hati yg tulus tertekan dgn realyta kehidupan.
Kiki: inilah sulitnya hidup. Terlalu banyak beban yang harus kita tanggung.
Aku: Semua yg membebaniku. Sungguh membebaniku. Masih tetap mencari jalanku. Memahami beban itu.
Kiki: sangngadd sulid memahami beban yang tdak dipahami. Pdahal kalau tak trpahami psti tdk akan dimengerti dan pasti jga tak bsa diterima/diikhlaskan.
................................
Aku: salahkah bila harapan itu ada meski sia-sia?
Kiki: jangan pernah menyalahkan harapan, karena harapan ada karena hati yang menginginkanx.
Aku: tak ada gunanya terus menyalahkan. Akupun takkan pernah menyalahkan. Karena aku yang memilihnya.
Kiki: jika semua dirampungkan hati, otak,nafsu dan harapan tidak ada yang salah. Tapi kitalah yang salah. Karena mgkin kita mempunyai keinginan yg berlebihan.
..............................
Kiki:
Aduh. Hampirma. Huff. Napakah idupp nih rus da cindtahh?? Bolehkah aku menghindar dari cindtahh?? Tolong bolehkan aq !! Karna aq gak sanggup menghadapai beban cinta yang begitu berat. Skaliy lagi aq gak sanggup. Aku gak sanggup sakid hatiy. Karena rasanya pasti sangngad sakid.
........................
Kiki:
Pagi bukanlah awal dari sebuah hari.
Malam bukanlah akhir dari sebuah hari.
Tapi kamu adalah awal dan akhir.
Dari cinta abadi yang aku miliki.

..............................
Aku benar-benar tak pernah bisa berhenti tertawa jika kembali membacanya. Itulah salah satu wujud kelabilanku. Benarkan?
2 tahun berlalu aku masih menyimpan bukti-bukti kenangan itu. 

0 comments:

Post a Comment