Thursday, October 13, 2011

Dear Pelangi,,


13 Okt. 11
Dear pelangi,
Pelangi tahukah kau? Hari ini daun menurunkan hujan di pinggiran koridor T. Ah, aneh ya? Bagaimana bisa daun menurunkan hujan? Tapi, itulah yang terjadi pagi ini. Daun sudah tidak sanggup lagi menahannya. Pipinya basah begitu saja. Tapi, untunglah pagi ini awan putih melewatinya begitu saja tanpa menyapanya. Hingga diapun tak menyadarinya sama sekali.
Mungkin, awan putih ngambek lagi dan entah karena apa..
Pelangi, daun mencari-carimu. Bukankah pelangi pernah berkata pada daun bahwa pelangi hanya akan datang jika daun menurunkan hujan? Tapi, pelangi malah tidak ada. Daun lelah menunggu pelangi, daun lelah mencari pelangi.  Tapi, daun tak pernah bisa berhenti.
Tadi pagi, daun melihat pelangi di jalan. Dan daun tahu pelangi tak menyadarinya. Pelangi juga berlalu terlalu cepat, daun tahu itu adalah pelangi meski yang lain yang sedang bersama daun saat itu tak tahu.
Lalu baru saja pelangi muncul lagi di hadapan daun. Daun melihat pelangi yang juga melihat daun. Tapi, waktu berjalan terlalu cepat. Tanpa sepatah katapun pelangi pergi lagi. Daun tahu pelangi sibuk dan itu berarti pelangi tak akan punya waktu untuk daun.
....................................
12:52 PM
Akhirnya daun benar-benar tak melihat pelangi. Ah, hati daun terasa gugur..

3 comments: