Sunday, October 23, 2011

21 Okt. 11


21 Okt. 11

Hujan turun begitu deras. Aku membiarkannya menyentuh tubuhku yang sejak tadi hangat. Pakaianku basah. Aku tak peduli. Tubuhku menggigil. Aku tak peduli. Kepalaku pusing. Aku tak peduli. Penglihatanku perlahan semakin kabur. Aku tak peduli. Aku tetap berjalan perlahan menerobos hujan.
Aku mengadahkan pandanganku kelangit. Kacamataku basah. Aku tak peduli. Sekarang seluruh tubuhkupun sudah basah.  Bahkan mungkin hatiku. Kualihkan pandanganku pada jalanan lurus yang tak terlihat ujungnya. Ada banyak mata yang melihatku dengan tatapan aneh. Aku tak peduli. Aku tetap berjalan menapaki jalan yang telah basah oleh derasnya hujan.
Aku masih berjalan. Aku tak menanti ujung jalan. Aku tak punya tujuan. Aku hanya ingin menikmati hujan yang turun  membasahiku.
Suara derasnya hujan yang turun mengalahkan kebisingan kendaraan yang melewatiku seperti memburu waktu. Aku tak peduli. Aku tetap berjalan.
..........................
Aku telah berada di dalam kamarku. Aku kembali bersandar pada dinding kamarku dan mengamati pekaranganku yang basah oleh derasnya hujan.  Hujan masih deras. Hujan masih enggan untuk berhenti. Akankah berhenti? Aku tidak peduli.
Tubuhku masih menggigil. Aku masih tak peduli. Kepalaku masih sakit. Aku masih tak peduli. Pikiranku kosong. Hujan masih deras.
Aku berjalan ke depan rumah. Melihat 3 ekor anak kucing sedang memaksakan diri untuk terlelap di teras rumahku. Apakah mereka kedinginan? Aku khawatir. Aku tahu. Hujan masih deras. Masih enggan untuk berhenti. Kali ini aku peduli. Hujan berhentilah.
Aku kembali ke kamarku. Kepalaku masih sakit. Aku lelah dan perlahan terlelap.


1 comment:

  1. jangan bersikap tidak peduli..

    kalau kamu ambruk, akan ada orang-orang yang peduli..

    saya pun salah satunya..

    ReplyDelete