Monday, October 31, 2011

"Nyessek"


Kegilaanku memuncak.
Semua semakin terlihat membingungkan.
Aku ingin pergi ,
Jauh,
Sejauh-jauhnya.
Hilang.
Lenyap.
Tanpa ada yang menyadarinya.
Bagaimana caranya?
Aku tidak tahu.
Aku tidak peduli pada jalan cerita ini.
Akhirnya akan sama saja, bukan?
Sebuah akhir yang dinamakan “nyessek”

Hilang


Semua hilang. 
Semua pergi.
Aku takkan menanti.
Semua hilang. 
Semua pergi.
Aku takkan mencari.
Waktu berputar demikian cepat.
Semua berlalu begitu saja.
Kejadian-kejadian terlewati.
Tertinggal menjadi kenangan.
Aku tak ingin mengingat.
Biarlah semua menjadi tak terlihat.
Takkan ada yang peduli.
Senyuman itu telah memudar dalam bayangan.
Air mata takkan cukup menghapus luka.
Bahagia itu takkan kekal.
Namun, entah rasa sakitnya.                                                      
                                                                    

Jika Cerita Ini Berakhir


Suatu saat nanti jika telah berakhir,               
Cerita ini hanya akan menjadi suatu masalah kecil,
Yang akan di tertawakan.
Seperti,
Cerita-cerita sebelumnya,
Yang telah menjadi kenangan,
Dari kepingan hidup yang telah berakhir.
Atau bahkan,
Mungkin akan terlupakan.

Saturday, October 29, 2011

Ini bukan tulisan saya


Rabu, 26 Oktober 2011

Jeng jeng jeng... nah, kali ini saya yang menulis di tempat ini :3. Bagusnya ngomong kek gimana yah? errrr.... ngomong-ngomong ini kan saya udah ngomong ya. Duh... #lupakan.

Pagi ini, hari sedang gelap. Mendung sih, iya. Kayaknya bakal hujan deh -___-. Duh, saya tidak bawa payung lho. Lha, kok malah curcol sih??

Di atas sana ada coretan fisika yang saya tidak tahu kek bemana akar-akar permasalahannya. Tidak jelas, begitu. saya bahkan ngerasa kalau rumus-rumus di ujung sana sedang puas menertawakan saya >_<. Tapi, saya tidak mau kalah dengan mereka, maka saya akan menertawakan mereka balik dengan suara yang lebih membahana.

Hahaihuhiheho. #dibuangkesumur

Ngomong-ngomong tentang pemilik laptop ini, dia adalah pribadi yang cukup GJ #digampar. Baik hati sih, iya. Meskipun lebih baik hati saya~ #dibuangkesumur. Fira selalu meneror saya! Sejak dia berada disamping saya, buku cetak fisika saya tiba-tiba hilang! Kertas tugas saya bernoda! Dan yang lebih parah lagi, saya tiba-tiba saja sakit perut (?).
Sekian terima kasih.
                                                                                                                                Wildy De Partie M~

p.s : tanggung jawab sama kertas saya! nikahi kertas saya!!! Nikahi kertas saya!!! Maka saya akan menikahkan kertas saya dengan pulpenmu~

Friday, October 28, 2011

Sumpah Pemuda

Happy Birthday

Happy Birthday..
kk Balqis Faradisah Anis
dan ..
Nurul Rahmitha

28 Oktober 2011
apa aku sukses jadi yang terakhir?

Tuhan, bersediakah Engkau menghilangkan rasa sakitnya untukku?


27 okt 11
Di koridor T
Aku duduk bersamanya, bercerita yang entah tentang apa. Aku tak ingat lagi. kenanganku di hari itu hanya dipenuhi oleh rasa sakitnya. Melihat langit, memperhatikan awan. Berfilosofi aneh lagi.
Tiba-tiba, dia terdiam dan..
-Tuhan, kenapa sakit itu harus kau berikan padanya? Kenapa harus menyapa di saat aku bersamanya? Kenapa sampai harus membuatnya menangis dihadapanku?-
-Tuhan, kala itu aku bingung. Sangat bingung harus melakukan apa? Bingung memikirkan cara mengehentikan rasa sakitnya-
-Tuhan, kenapa harus kau tunjukkan padaku ketidakmampuanku melakukan sesuatu untuknya. Bahkan,meski hanya untuk mengurangi rasa sakitnya aku tidak mampu-
Beberapa orang mendekat dan mencoba membantuku.
-Tuhan, ini terlihat begitu menakutkan. Aku takut. Aku takut-
......................
Sesaat sebelum pulang.
Kk Ai: Fira.. wanna see?
Aku mendekat ke arahnya. Dia seperti mencari sesuatu di laptopnya.
Aku: Ha? Apa?
Aku menunggu dan sedikit penasaran.
Kk Ai: Look!
Aku mencoba memperhatikan dengan seksama. Perlahan aku mencari apa yang dia katakan. Pandanganku terhenti pada sebuah folder.
Memperhatikannya sekali lagi dengan lebih hati-hati. Mendekat dan memperhatikannya lagi. lalu membaca judul folder itu dengan terbata-bata.
Goresan Tinta Putih Daun Cinta
Kira-kira seperti itulah judulnya.
Aku: Apa itu? Ha?
Dia tertawa.
Aku: apa yang kau lakukan? Apa isinya?
Kk Ai: ingat waktu laptopnya saya bawa lari? (tersenyum jahil)
Aku: seenaknya meng-copas tulisanku lagi?
Kk Ai: ups,
Aku: Hapus!!
Dia menggeleng. Aku mencoba mengambil laptopnya. Namun, tak berhasil. Dia merapikan barangnya, berdiri dan beranjak pergi.
Kk Ai: ayo kita pulang (tersenyum)
Aku: silahkan duluan..
Diapun berbalik dan pergi. Aku lalu mengikutinya dan berjalan di belakangnya. Melihatnya berlari membuatku tertawa dan khawatir.
Lalu melihatnya menggunakan tiang koridor sebagai tempat bertumpu untuknya yang terlihat menahan rasa sakit. Aku lalu memanggilnya dan dia berbalik. Dengan hati yang masih khawatir mengembalikan kacamatanya yang bisa-bisanya dia lupakan.
Lalu berjalan bersamanya dan pulang.
-Tuhan, aku tidak peduli dengan misi yang diberikan padaku oleh cahaya kami. Yang kutahu, aku ingin melakukannya. Yang kutahu, aku harus melakukannya. Yang kutahu, hatiku selalu berusaha melakukannya. Tapi, aku tidak tahu bagaimana caranya. Aku sungguh tak bisa melihatnya terluka sedikitpun. Ajari aku, beritahu aku caranya. Izinjan aku untuk dapat melakukannya, Tuhan-