Thursday, May 25, 2017

Insecurity

Hey you,

I got jealous easily

Please understand

You

Do u

__

Aku cemburu pada siapa saja yang lebih menarik perhatianmu dariku

Aku cemburu pada siapa saja yang suka padamu

Aku cemburu pada siapa saja yang lebih menyenangkan hatimu

Bodoh ya?

Padahal kau berhak untuk itu

Padahal aku tak memilikimu

Padahal kau tak suka aku

Padahal,

Padahal,

Tapi ya masih saja

Words

You love my words that you asked to

But you hate the one that I gave you

What to do

My heart is falling

Down, down, down

Deep down

And crushing

Prak prak prak

Saturday, May 20, 2017

N

Perempuan itu terbangun
Entah pagi entah malam
Entah siang
dengan beban di dada

Juga air mata

Rewind

Seharusnya aku tak pernah membiarkanmu tahu kalau aku luka. Sudah dan ditambah kau. Sebab lihat dirimu. Lihat kita. Tak sama lagi bukan.

Mungkin aku hanya perlu berpura2 lupa ketika kau memang lupa. Mungkin aku harus tertawa seperti baik-baik saja, ketika kau mengubah rencana. Ketika kau berubah-ubah. Entah marah, berikutnya bercanda.

Lalu tiba-riba kau mencintaiku.

Lalu tiba-tiba tak ingin ada wajahku.

Lalu berjarak.

Lalu menyiapkan perpisahan.

Mungkin aku salah.

Tak bisa kah kau menetap.

Mesin waktuku. Tidak kutemukan. Luka-luka kita tidak bisa kuhapus.

Tapi aku ingin kau tinggal.

Betapapun kau tidak.

Tak bisakah kau memaafkanku. Kau bisa melukaiku lagi besok-besok. Aku akan terlatih. Tinggal saja disisiku. Tidak kemana-mana.

Si aku, perempuan itu, gadis kecil dalam cermin dan malam sesak itu lagi

Gadis kecil di dalam cermin
terbangun dari tudurnya
di malam-malam sesak si aku

Perempuan itu
dibangunkan mimpinya

Di mimpinya di bunga tidurnya
Ia di lukai kekasihnya

Ah, bahkan mimpinya juga

kukira nyatamu sudah luka nak
kata perempuan itu, pada
gadis kecil di dalam cermin
__

"Kau kembali"

Si aku diam saja diajak bicara malam. Tapi rasa-rasanya kertas putih yamg diremukkanya menjawabnya.

"Kau marah?"

Si aku menghela napas panjang Lalu menulis
___

Kau tak henti-hentinya memberi luka dan kecewa. Perihal amarah apa ada yang itak kut membakarmu juga? Rasa-rasanya aku ingin menilih itu

Tapi kau lebih mudah tersulut. Lebih mudah membara. Kau saja yang boleh. Atau kau luka, candamu. Entah memang bercanda atau kau hanya mudah tertawa.

Tapi aku boleh luka. Kau tak masalah itu. Atau pikirmu aku sudah biasa. Terlatih atau entah bagaimana.

Bukankah kita memang semestinya berbagi peran dan aku tidak suka kau bersama luka.
__

Malam menyodorkan selembar kertas putih yang lain

"Aku sudah punya", kata si Aku

"Aku tahu, ini pengganti tissue, kau terisak"

"Tapi tetap saja aku sudah punya"

"Tapi kau mulai kehabisan kertas dan bukan karena kau menulis"

"Ah kau benar, barangkali tadi hujan turun"

"Ya. Di matamu"

Si aku mengambil kertas putih dari malam

menggunakannya

sebagai tissue.

Thursday, May 18, 2017

Hurt

Cinta yang kau lukai berkali-kali
Bahkan tidur tak mampu lagi mengurangi rasa sakitnya
Kau tidak mengerti
Tidak ingin mengerti

Perihal janji

Aku menunggumu, selalu bisa menunggumu, menunggu hari, menunggu waktu

Hanya tidak bisa jika kau tidak bahagia. Perihal tempat, kejadian. Selama aku tidak bisa jadi bahagiamu, lalu apa.

Ketidak-bahagiamu hanya menjadi luka kita berdua.

Perihal aku, luka sendirianku tidak akan sampai padamu.

Sejauh ini

Barangkali juga,

sejauh nanti.