Monday, October 15, 2018

Hey The New You

Dear the new you.

You nowadays (not the one who I knew in our old days)

~~~

I stop calling you.

You'll be free as you wished.

No more me nor my disturbance.

I'll do anything on my own.

If I cant I'll try to ask someone else help.

No more you first.

I thought you'd be sad, if I was looking for someone else instead of you. But I guess I was wrong.

Then what if I miss you again, some other day?

I know I will, It happened all the time you faraway.

Maybe, I will just close my eyes and remember everytime you don't want me to be with you nowadays, how you push me away, how much you feel irritate when I try to get close to you.

Maybe, I'll just looking at my screen and smile when remember your name ever pop up so often in the old days.

It is hard for me to find my acceptance in the beginning. But day after day, you make me get used to.

One day, when we meet accidently, without I should so struggle to make it happen. I wish, that day, the one that I am so eager to be with is not you anymore.

So I can just walk pass by you with a warmth heart, and I still can smile to you sincerely.

The day when you realize the new me is not who I am today who still love you so dearly.

Tuesday, September 25, 2018

Hey Hey Hello till The Next Hello

Halo kau, saya masih ingin berbicara panjang. Bukankah saya memang selalu serumit itu?

Suatu hari yang baru-baru. Kau sudah tak menyediakan diri untuk mendengar apa-apa.

Kau tak mengerti lagi katamu. Kau tak punya waktu katamu.

Lalu kita jadi apa?

-----

Hey kau, saya tak lagi berbicara apa-apa.

Kau datang mencari perasaan yang hampir hilang.

Atau barangkali hari itu kau hanya mengecek saja. Masih kah ada?

Saya meluruhkan diri, mengira kita bisa memperbaiki ini.

------

Hey kau,  saya masih tak ingin berbicara panjang.

Kita tak lagi berbicara dengan baik. Amarahmu menyulut amarahku.

Kita tidak lagi tahu sedang dan ingin menuntut apa kepada masing-masing.

Katamu, sesekali kita butuh diam yang panjang. Tapi katamu juga kau tak ingin diamku ketika pernah kutanyakan  "do you really want my silent?"

Katamu, bicaraku kembali terlalu banyak ketika amarahku kau paksa menyala lagi. Tapi katamu juga kau tak suka kuberikan kata-kata pendek.

Saya harus apa?

------

Halo kau, saya mencoba lagi dari awal, ini yang terakhir kataku seolah tak kapok dengan kalimat yang sama.

Tapi, kau sedang tak sepi lagi. Saya tak sampai lagi padamu.

Tak bisa kutanyakan, sebab kau akan membuatku merasa saya seperti pengganggu dimatamu. Kau selalu berkata seolah waktumu yang paling berharga. Ah sepengganggu itukah aku?

Betapa kita memang tidak bersinggungan lagi perihal kepentingan-kepentinganmu.

------

Hey kau,  haruskah kita hanya berbicara yang penting-penting saja.

Menjadi asing bagi masing-masing.

Tak lagi saling hadir ketika kalah dari dunia nyata, pekerjaan-pekerjaan, manusia-manusia yang hanya datang ketika kita punya sesuatu.

Tak lagi saling bersandar ketika kita tak mampu lagi membopong beban-beban.

-----

Hey kau, suatu hari ketika kau terlalu lelah dengan yang kau jalani, lalu mencariku dan saya sudah bisa kembali mencintai hening yang tak ada kau disana.Yakinlah kau tak sesepi itu sampai harus mencariku.

Di tempat ini, tempat yang kita tuju setelah berjuang bersama, kau tak lagi sesendiri dulu.

Kau akan baik-baik saja. Kau sudah lepas dari orang-orang yang menekanmu. Kau tak perlu kutemani lagi untuk menjadi kekuatanmu.

Saya tak perlu lagi berlari kesana kemari, menyelesaikan hal dengan terburu-buru ketika kau sedang demam.

Saya tak perlu lagi, memadatkan jadwal-jadwal agar punya waktu makan siang.

Kau sudah tak butuh peranku lagi.

Bukankah hal-hal itu yang membuatku menjadi pengganggu disisimu?

Keberadaan-keberadaan yang tak perlu ada.

Aku yang overthinking atau kau yang menyepelekan hal-hal kecil yang kita perjuangkan begitu sulit?

----

Wednesday, June 20, 2018

Padang Mati Tak Pernah Pergi

Ku masih tak tidur

Memejamkan mata hanya kembali ke tanah luas tanpa siapa-siapa

tanpa apa-apa selain kertas putih yang entah kenapa selalu saja kembali putih disana

Kau takkan mengenaliku di hari-hari biasa, aku bisa menjadi apa yang kau pikir kau ingin aku jadi apa

Kau bisa melihatku tanpa luka  tanpa air mata, lalu bertanya apakah aku nyata atau ilusi belaka

Atau hanya apa yang kau terka, mengenyahkan yang tak bisa kau terima

Sebagian atau seluruhku yg tak ingin kau lihat, tertinggal di atas kertas-kertas putih yang kembali putih esok harinya

Thursday, February 22, 2018

Ruang Kosong

Gerimis jatuh di atas meja kerja

Lengan bajumu bukan tanah
 
Kau kedinginan bukan lagi oleh suhu ruangan

Singkirkan yang penting-penting dari sekitarmu

Atau yang putih akan musnah